Pecah Tidak Bertahan

Renungan Senin, 23 January 2023 
Ibr 9: 15,24-28; Mzm 98:1,2,3ab,3cd-4,5-6; Mrk 3:22-30. 
 
Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan (Markus 3: 24)
Hari ini Yesus mengajar pada kita, tentang bagaimana asal terjadi konflik, perpecahan dan kehancuran suatu keluarga, usaha bersama dan komunitas pelayanan, dan cara kita mengatasi bila terjadi pada kita, manusia yang lemah ini. Hal ini yang  terjadi pada setiap kita, juga kepada saya yang memiliki dosa asal manusia. Awal sering  kita mau berusaha tampak dan berbuat baik dengan menggunakan topeng kehidupan. Menyimpan dan membenamkan seluruh perasaan kita yang terluka, iri, cemburu, tersinggung, amarah, kedengkian yang terpendam dalam jiwa kita. yang tanpa kita sadari, kondisi ini telah semakin membentuk pribadi kita, hati dan sikap kita terhadap suami, ipar, mertua, teman-teman kerja bahkan teman-teman komunitas. Diawali perang dingin yang tidak nyaman bagi kehidupan pribadi kita–hilangnya suka cita. Yesus memberikan ilustrasi, dari perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? ketika Yesus dituduh oleh para ahli Taurat “Ia kerasukan  Beelzebul,” dan dituduhkan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan. Seperti pikiran orang Farisi, sikap bahkan tindakan kita terhadap orang-orang yang seharusnya  kita cintai, kasihi, percaya dan perlakukan serta layani dengan baik.
Yesus memanggil kita yang memiliki pemahaman yang salah dan bahkan, ucapan kita dapat memecah belah. Yesus memberikan perumpamaan, yang sama dalam kehidupan kita. Betapa sering kita memiliki pendirian atau pemikiran kita sendiri, yang kita lontarkan dengan katakata atau pun dengan perbuatan. Sehingga terjadinya ketidaknyamanan bagi orang-orang disekitar kita, baik dalam keluarga maupun tempat kerja dan komunitas pelayanan kita. Yang mengakibatkan sedikit keretakan-keretakan, menjadi perpecahan, pemisah dan saling menjauhi, tanpa kita sadari kita telah berlawanan dengan Roh Kudus yang telah diberikan didalam kita, untuk persatuan dalam Tubuh Kristus. Tetapi akibat yang dikatakan ahli-ahli Taurat: “Ia kerasukan Beelzebul, Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” Dan Yesus meluruskan, agarkita berakar pada KasihNya dalam  persekutuan kerajaan Allah dibumi ini” yang kita bangun dalam komunitas kita ini dan hidup dalam masyarakat. Makin tumbuhnya iman kita dalam pimpinan Roh Kudus. Pembaharuan jiwa, kita akan mampu menyembah dan memuji Tuhan. Mzm 98:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangn kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya didepan mata bangsa-bangsa. Tuhan itu amat setia pada  ku dan kita manusia, umat anak anak-Nya, kita mengakui dan mengimani-Nya Yesus adalah Tuhan. Dimana iblis yang sering merusak mau menghancurkan kita juga mengenal- Nya. Mzm 98:3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel,  segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Mrk 3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur dihadapan-Nya dan berteriak: ” Engkaulah Anak Allah”. Hanya Tuhan Yesus Iman besar kita bersama Roh Kudus, dalam kita mampu mengalahkan Roh jahat. Amin. (MTWN)
  
 
×