Menjadi Saksi Kasih-Nya

Renungan Rabu, 25 Januari 2023
Kis 22: 3-16, Mzm 117:1-2; Yoh 15:16; Mrk 16:15-18
“Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”(Markus 16:15-16)
Firman Tuhan hari ini kembali menegaskan kepada saya bahwa kita semua diperintahkan-Nya untuk memberitakan Injil keseluruh dunia, agar semua makhluk dapat menikmati keselamatan yang disediakan oleh Tuhan Yesus. “Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Inil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa  yang tidak percaya akan dihukum.” (Mrk 16: 15-16) Ia juga menegaskan kepada saya, bahwa kepada siapapun yang bersedia memberitakan Inil keseluruh dunia, maka Ia berjanji akan memberi kuasa dan sekaligus perlindungan khusus kepada mereka dari ancaman bahaya maut. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya; mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka, mereka akan meletakan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh (Mrk 16:17-18). Kuasa dan perlindungan khusus ini tampak nyata diberikan kepada Rasul Paulus, yang pesta pertobatannya kita peringati hari ini. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus telah mengubah Rasul Paulus menjadi saksi dan pewarta Injil yang luar biasa. Sungguh saya bersyukur bahwa melalui Firman hari ini dan Pesta pertobatan Rasul Paulus, saya semakin menyadari bahwa Tuhan Yesus menghendaki saya dan juga Ibu Bapak para sahabat semua untuk menjadi saksi-Nya dan di dalam keadaan apapun juga, tetap berkobar-kobar mewartakan Kabar Baik-Nya seperti Rasul Paulus.
Hari Sabtu minggu yang lalu, setelah hampir sepekan dirawat di rumah sakit, cucu kami dipanggilNya pulang. Kami merasa sangat kehilangan. Tentu kami sedih dan berduka. Saya melihat anak dan menantu saya sangat terpukul. Namun di dalam kesedihan itu, seolah-olah saya diingatkanNya untuk terus mewartakan Kabar Baik dalam  keadaan apapun juga. Karena itu saya menyampaikan kepada isteri saya, anak dan menantu saya; pasti Tuhan Yesus punya tujuan yang indah, yang terbaik untuk cucu saya  dan keluarga kami. Kami sungguh beruntung boleh mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus, Sang Penyelamat dunia yang penuh kasih. Saya percaya dengan kasih-Nya, Ia telah melepaskan dudu saya dari penderitaan sakitnya. Dan dengan kasih-Nya pula, Ia pasti menyelamatkan cucu saya, memberikan sukacita dan kebahagiaan kekal kepadanya.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk sapaan-Mu pada pagi ini. Engkau sungguh mengetahui kesedihan kami. Dan lewat Firman-Mu hari ini, Engkau kembali mengingatkan saya untuk terus mewartakan Kabar Sukacita-Mu di dalam keadaan apapun juga. Memang tidak mudah. Namun Engkau pasti akan selalu memampukan saya untuk membagikan Kabar Baik-Mu kepada banyak orang, agar mereka dapat mengalami perjumpaan dengan  Engkau mengena l kasih-Mu dan kemudian  juga membagikan-Nya kepada orang-orang yang ada di sekitar kehidupan mereka.  Beri kekuatan kepada kami sekeluarga  dalam  melewati  kesedihan ini,  dan percaya penuh akan kasih-Mu yang pasti memberikan sukacita dan  kebahagiaan kekal kepada cucu saya. Amin.  Tuhan memberkati (ASS)

 

 
×