Kabar Baik bagi kita

Renungan Minggu 22 Januari 2023

Bacaan: Yes. 8:23b-9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23

¬†…mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. (Yesaya 9:1)

Ada apa dengan tanah Zebulon dan tanah Naftali?

Zebulon dan Naftali adalah nama dua orang anak Yakub. Kedua orang ini menghasilkan keturunan yang disebut suku Zebulon dan suku Naftali. Mereka mendiami wilayah utara. Daerah itu suatu tempat yang indah, namun ternyata di tempat itu, mereka justru hidup sebagai suku bangsa yang tidak beriman kepada Allah. Pusat hidup mereka adalah hal-hal duniawi sehingga menimbulkan banyak kejahatan. Keadaan ini bertentangan dengan rencana keselamatan yang Allah kehendaki. Karena itu dalam nubuat Nabi Yesaya, dikatakan bahwa Allah merendahkan tanah Zebulon dan Tanah Naftali, dan menyebutnya sebagai negeri kekelaman, yang dinaungi maut.

Keterpusatan kepada hal duniawi, kepuasan kedagingan, masih tetap terjadi dalam dunia masa ini. Keadaan demikian menyebabkan mereka kehilangan iman akan Tuhan.
Ini juga dialami oleh umat kristiani, dan mungkin juga dialami oleh orang-orang yang kita kasihi. Banyak orang tua, istri, suami, anak yang mengalami kesedihan mendalam¬† karena melihat orang yang dikasihi hidup “di negeri kekelaman itu, terpisah dari Tuhan karena memiliki tuhan-tuhan lain yang diutamakan.”¬† Kesedihan mendalam disebabkan oleh rasa cemas terhadap penderitaan kekal yang harus dialami orang yang dicintai. Dengan doa yang terus menerus, kadang timbul ketakutan karena seakan doa itu tidak terjawab.

Syukur kepada Tuhan! Hari ini ada Kabar Baik yang membangkitkan iman dan pengharapan kita semua. Santo Matius bercerita bahwa sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, Yesus menyingkir ke daerah utara, ke tanah Zebulon dan Naftali. Kehadiran-Nya di sana, merupakan berkat besar. Sang Terang Dunia hadir mengalahkan kegelapan. Yesus mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan. Di wilayah Galilea ini, banyak terjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah, umat manusia disembuhkan dari penyakit, dibebaskan dari roh-roh jahat. Pengharapan akan keselamatan diwujudkan. Kisah ini merupakan penghiburan bahwa kehadiran Kristus sebagai Terang dan Juru Selamat juga pasti dialami oleh orang-orang yang sedang berada dalam kekelaman. Apa yang dapat kita lakukan? Berseru-seru dalam doa yang tekun dan setia, beriman bahwa rahmat keselamatan akan dianugerahkan bagi orang-orang yang kita cintai ini.

Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” (Mat 4:15-16)

Doa

Bapa, terima kasih, Dikau menganugerahkan Putera-Mu, Yesus Kristus, datang ke dunia sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Amin (JN)

×