Taat Pada Kehendak Allah

Renungan Rabu 28 Desember 2022 Pesta Kanak-kanak Suci
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, (Matius 2:14)

Dalam hidup sehari-hari, kita tidak lepas dari perencanaan untuk mencapai apa yang kita inginkan, yang mejadi tujuan dan prioritas dalam hidup kita. Namun tidak jarang apa yang telah kita rencanakan dan kita rancang dengan sebaik-baiknya, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Pada saat seperti ini kita cenderung menyalahkan Tuhan, menganggap Tuhan tidak peduli pada kita dan tidak mencintai kita.

Injil hari ini menceritakan tentang ketaatan Bunda Maria dan Santo Yusuf yang tetap taat dan selalu mengikuti kehendak Allah.

Ada seorang anak berusia 11 tahun yang menangis dan terus merengek untuk dibelikan sebuah sepeda motor, namun sekuat apapun ia memohon, sebagai ayah yang baik hal itu tidak diberikan kepadanya, bukan berarti seorang ayah tidak sayang dengan anaknya melainkan ia paham terkait resiko jika memberikan sepeda motor tersebut, bukan hanya resiko pada anaknya sendiri melainkan juga resiko kepada orang di sekitar yang pasti akan menimbulkan bahaya di saat seorang anak di bawah umur mengendarai sebuah motor, dan akhirnya dengan pemahaman yang diberikan oleh ayahnya, anak ini bisa mengerti dan sabar menunggu hingga waktunya ia bisa mendapat apa yang dia inginkan tepat pada waktunya.

Hal ini sering terjadi dalam kehidupan kita, di saat kita menginginkan sesuatu, dan Tuhan belum mengabulkan, bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada kita melainkan semua hanya karena belum tepat pada waktunya, dan semua telah direncanakan Tuhan. Setiap apa yang kita butuhkan dalam hidup ini, Tuhan juga pasti akan memikirkan setiap resiko yang akan kita alami di saat kita meminta hal yang kita inginkan tersebut. Ingat di saat kita bisa taat seperti anak yang taat kepada ayahnya untuk terus sabar menunggu dan menerima segala apa yang dikehendaki Tuhan, pasti banyak orang dapat merasakan keselamatan.
Tuhan ingin kita sebagai anak-anak-Nya bisa menjadi sarana penyaluran kasih Allah, hanya dengan mau taat dan percaya dengan apa yang Tuhan kehendaki dan apa yang Tuhan sampaikan dalam kehidupan kita, dengan itu juga kita sudah menjadi bagian dalam karya keselamatan Allah, semoga Tuhan memberkati kita.
Doa
Tuhan Yesus Kristus, berilah kami kekuatan untuk tetap taat dan setia pada kehendak Allah, agar saya layak menjadi alat bagi keselamatan banyak orang. Amin (FXG)
Share This :
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
×