Semua Mata Memandang

Renungan Minggu 27 November 2022 

Bacaan: Yes. 2:1-5Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9Rm. 13:11-14aMat. 24:37-44

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (Matius 24:40) 

Saudara saudara yang dikasihi Tuhan, ayat ini sangat mencekam dan pernah menjadi inspirasi bagi beberapa orang sehingga terbitlah beberapa film yang menggambarkan bahwa pada mendekati akhir zaman, akan terjadi ada pengangkatan yang misterius dari orang-orang di sekitar kita. Orang-orang yang baik akan diangkat, menghilang dan tinggallah orang orang yang tidak berkenan pada Allah akan mengalami penyiksaan yang berat di dunia ini.

Pengertian ini baru timbul sekitar abad 19 yang terkait dengan teologi kemakmuran, yang meyakini orang yang dikasihi Allah pasti tidak akan mengalami penderitaan di dunia ini. Tentu saja ini bukanlah ajaran dalam iman Katolik. Lalu bagaimana pengertian dalam iman Katolik kita? Dalam ajaran Gereja Katolik, ayat tersebut yang terkait erat dengan Matius 24:42, “Karena itu berja-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu akan datang.” yaitu bahwa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya atau pada saat akhir zaman, akan terjadi secara tiba-tiba, tidak terduga dan tentu tidak ada kesempatan untuk mempersiapkan diri lagi. Selain itu, kedatangan Yesus yang kedua kalinya bukanlah sesuatu yang dirahasiakan atau misterius melainkan akan datang secara publik dengan segala kemuliaan-Nya dan semua mata memandang-Nya. Dia datang untuk menghakimi seluruh manusia dan pada kesudahannya anak-anak yang berkenan pada-Nya yang bangkit dengan tubuh kemuliaannya akan ikut naik ke Surga besama-Nya.

Dalam beberapa kesempatan, ada yang bertanya, mengapa Tuhan merahasiakan kedatangan-Nya, bukankah Dia ingin kita selamat? Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Allah merahasiakan waktu kedatangan-Nya karena Allah sangat mengasihi manusia, tentunya Ia tidak menginginkan kita hidup dalam ketakutan yang mencekam sepanjang hidup kita. Bayangkan jika kita tahu kapan akhir dunia, bukankah kita menjadi semakin takut? Dia juga menginginkan agar kita mencintai dan merindukan-Nya secara terus menerus dengan tulus, bukan karena terpaksa, bukan karena kita tahu bahwa saatnya akan datang 1 hari lagi, 1 bulan lagi, 1 tahun lagi, tapi sepanjang hidup kita, kasih yang tulus tanpa terputus. Oleh kasih-Nya Tuhan mengingatkan kita akan kedatangan-Nya melalui setiap peristiwa dalam hidup kita, sehingga kita berjaga-jaga dengan kenyataan bahwa hidup kita akan berakhir dan selalu bersiap akan kedatangan-Nya yang kedua.

Melalui masa masa Adven seperti ini yang bukan saja menantikan Bayi Yesus yang datang ke dunia, tetapi sebenarnya kita juga menantikan kedatangan-Nya yang kedua. Jadi sangat penting bagi kita untuk selalu mempersiapkan diri untuk bertemu dengan-Nya dengan memperkuat iman, harapan dan kasih melalui empat hal:

  1. Senantiasa berjaga-jaga dan berdoa.
  2. Selalu setia dengan pengajaran Gereja yang benar dan waspada terhadap ajaran yang menyesatkan.
  3. Melakukan perbuatan kasih terutama pada orang miskin yang sangat membutuhkan uluran tangan kita.
  4. Bagi umat Katolik, kita harus bersiap terhadap penderitaan yang hampir pasti akan dialami setiap murid-murid-Nya, tetapi dalam penderitaan tersebut kita tetap berpengharapan dan bersandar pada Tuhan yang maha Kasih yang pasti menyertai kita.

Allah Bapa yang Rahim, kami percaya bahwa Engkau mencintai dan ingin memeluk kami baik saat ini, saat akhir dunia kami ataupun saat akhir dunia yang Kau ciptakan. Kasih-Mu nyata melalui pengorbanan Putra-Mu yang terkasih, melalui ajaran Gereja-Mu, juga berbagai peristiwa hidup kami. Bukalah hati kami agar senantiasa mengenal panggilan-Mu sehingga pada akhirnya kami layak bersatu dengan-Mu dalam kediaman-Mu yang abadi. Kami mohon semua ini demi Yesus Kristus Tuhan dan penebus kami. Amim. (LSL)

×