Menjadi Hamba yang Baik

Renungan Rabu 16 November 2022

Bacaan: Why. 4:1-11; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 19:11-28.

Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. (Lukas 19:26)

‘Narimo ing pandum tan kendhat ing pambudi’ adalah sasanti atau nasihat Jawa yang sangat lekat di telinga masyarakat khususnya masyarakat Jawa. Di mana nasihat dalam filosofi Jawa memiliki arti menerima segala pemberian atau keadaan atas apa yang diterima namun terus selalu berupaya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bersyukur dan tetap berusaha dalam menyikapi segala keadaan dalam kehidupan.

Hari ini  kita diajak untuk merenungkan kembali perumpamaan tentang seorang bangsawan yang memberi sepuluh mina kepada sepuluh hambanya untuk berdagang. Sekembalinya dari dinobatkan menjadi raja, bangsawan itu memanggil kembali kesepuluh hambanya untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.

Hamba yang pertama datang, melaporkan bahwa ia menghasilkan sepuluh mina dari satu mina yang diberikan. Hamba yang kedua menghasilkan lima mina, tuannya sangat senang dan memberikan kepercayaan yang lebih besar lagi. Datanglah hamba yang ketiga, dia hanya menyimpan mina tuan-nya dalam sapu tangan. Marahlah tuan-nya kepada hamba itu, karena tidak berusaha untuk melipatgandakan uang mina pemberian tuannya untuk berdagang.

Dari perumpamaan Injil ini kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan menghendaki agar kita mau berusaha untuk mengembangkan mina yang Tuhan berikan kepada kita, Tuhan sangat tidak senang dengan sikap pasrah yang pasif, yang tidak mau berusaha. Ingat bahwa di setiap kita, Tuhan telah berikan uang mina, talenta dan Tuhan memberikan kepercayaan kepada kita  untuk mengembangkan uang mina atau talenta masing masing. Seberapapun hasilnya Tuhan tidak mematok, akan tetapi tanggung jawab kitalah yang Tuhan mau.

Tuhan Allah kita sangat baik, Dia memberi kita uang mina atau talenta sebagai modal. Mengapa Tuhan meminta pertanggungjawaban atas talenta yang diberikan kepada kita? Karena Tuhan menghendaki agar kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita menghasilkan buah, tidak hanya berhenti pada ‘narimo ing pandum’ akan tetapi harus dilengkapi dengan ‘tan kendhat ing pambudi.’ Pambudi atau usaha inilah yang berarti di mata Tuhan.

Kepercayaan sangat mahal harganya, sangat tinggi nilai. Marilah kita selalu berusaha untuk menjadi hamba yang baik, mengembangkan talenta yang Tuhan berikan kepada kita, jangan sia-siakan kepercayaan yang Tuhan berikan, manfaatkan waktu yang ada, manfaatkan talenta yang Tuhan beri dengan sebaik-baiknya, karena dengan demikian rencana Allah pada diri kita akan terlaksana. Seperti Injil hari ini, “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga yang ada padanya.

Berkat Tuhan menyertai kita semua.

Doa

Allah Bapa yang Maha Baik, Bapa yang penuh kasih. Kami bersyukur atas apa yang boleh kami terima pada hari. Hari ini Engkau ingatkan kami, mendorong kami lewat Injil-Mu untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin melipatgandakan uang mina pemberian-Mu.

Kami manusia lemah, kemalasan, keegoisan selalu melekat dalam diri kami. Kami mohon urapi kami dengan Roh-Mu hingga kami kuat dan mampu untuk memerangi kemalasan dan keegoisan, sehingga kami mampu melipatgandakan uang mina yang Engkau berikan, dan pada akhirnya boleh mengambil bagian dalam perkara-perkara besar. Demi Kristus Pengantara kami. Amin (JS)

 

 

×