Bertahan Sampai Akhir

Renungan Minggu,13 November 2022, hari Minggu biasa XXXIII

Bacaan: Mal. 4:1-2aMzm. 98:5-6,7-8,9a2Tes. 3:7-12Luk. 21:5-19.

“Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” (Lukas 21:19)

Injil yang kita renungkan hari ini mengarahkan kita pada nubuat-nubuat menjelang akhir zaman, menjelang kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Gereja akan mengalami ujian terakhir, sebagaimana yang diungkapkan dalam Katekismus Gereja Katolik 675:

Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (bdk. Luk. 18:8; Mat. 24:12). Penghambatan, yang akan menyertai peziarahannya di atas bumi (bdk. Luk. 21:12; Yoh. 15:19-20), akan menyingkapkan “misteri kejahatan”…

Ujian terakhir atas Gereja yang akan menggoyahkan iman banyak orang? Apakah sekarang ini kita sudah memasuki masa-masa ini?

Banyak orang meninggalkan iman kepada Kristus, banyak orang meninggalkan Gereja. Beberapa waktu lalu saya melihat video yang dibagikan di grup WhatsApp, tentang banyaknya gereja di Perancis yang diruntuhkan karena sudah tidak mampu lagi melakukan pemeliharaan. Beberapa penyebab yang disebutkan di sana antara lain: berkembangnya atheisme dan agnostisisme, pelecehan terhadap anak-anak yang dilakukan para imam di Eropa, dan sebagainya. Menerima berita-berita ini, saya tidak serta merta percaya begitu saja, maka saya tanyakan kepada saudara-saudari seiman yang ada di daerah-daerah itu. Tetapi mereka malah menjawab dengan membagikan video-video lain tentang situasi ke-Kristenan di Eropa.

Segala tantangan dan hambatan, baik dari dalam maupun luar Gereja, kenyataannya meruntuhkan iman banyak orang. Apakah ini semua termasuk “permulaan penderitaan” yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus dalam Injil?

Di tengah-tengah segala penderitaan dan kekacauan yang terjadi, ada suatu penghiburan dan pengharapan yang dinyatakan Tuhan Yesus: “Tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Lukas 21:18-19). Ini adalah janji Tuhan, hanya kepada-Nya kita percaya dan bergantung.

Semoga oleh karena kerahiman-Nya, Tuhan memelihara dan melindungi iman kita kepada-Nya, sampai akhir hidup kita, sampai saatnya kita memandang Dia muka ke muka. Bagi manusia mustahil, tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah. Semoga semakin banyak orang yang percaya kepada-Nya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya secara pribadi. Semoga Dia semakin dikenal dan dicintai. Amin. (ET)

×