Allah Orang Hidup

Renungan Sabtu 19 November 2022

Bacaan: Why. 11:4-12; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 20:27-40.

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Lukas 20:38)

Pernyataan Injil diĀ atas menjadi penegasan dari pertanyaan orang Saduki yang mencobai dan hendak mempermalukan Yesus karena mereka tidak percaya akan kebangkitan. Lalu bagaimana dengan kita pengikut Yesus yang pasti juga menghadapi berbagai pertanyaan serupa yang sering kali menguji iman kita?

Suatu hari seorang teman bertanya kepada saya, apakah saya percaya adanya kehidupan setelah kematian? Tentu, jawab saya. Bagaimana kamu percaya sedangkan kamu belum pernah mati yang otomatis juga belum pernah mengalami kehidupan sesudahnya? Saya percaya karena Allah saya adalah Allah orang hidup bukan orang mati, bahkan IA mengatasi kematian-Nya dengan kebangkitan-Nya demi menebus dosa-dosa saya agar saya beroleh kehidupan dan keselamatan kekal bersama-Nya kelak. Bagaimana saya tidak percaya bila setiap detik hidup saya dari sejak lahir hingga saat ini adalah bergantung sepenuhnya kepada Anugerah-Nya semata? Sebagaimana dijanjikan-Nya dalam firman yang digenapi-Nya, bukankah memang IA adalah Allah kita yang hidup? Maka berbahagialah kita yang memiliki Allah seperti Yesus Kristus yang bangkit dari kematian dan memberi kehidupan juga keselamatan kepada setiap mereka yang percaya.

Allah Bapa yang Maha Rahim, segala puji syukur kuhunjuk pada-Mu dengan hati penuh sukacita karena Engkaulah Allah yang hidup. Mohon Roh Kudus-Mu membimbing kami senantiasa untuk selalu membawa warta keselamatan kepada siapapun yang rindu untuk menerima kehidupan baru bersama Yesus Sang Putra yang bangkit dan berkuasa sepanjang segala abad. Amin (VVDL)

×