Perbuatlah Demikian

Renungan Selasa 21 Juni 2022,  Hari Biasa Pekan Biasa XII, PW S. Aloisius Gonzaga, Biarawan

Bacaan: 2Raj. 19:9b-11,14-21,31-35a,36Mzm. 48:2-3a,3b-4,10-11Mat. 7:6,12-14

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. (Matius 7:12)

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kepada kita, bahwa segala hal yang kita kehendaki diperbuat untuk kita, maka kita sebaiknya perbuat demikian juga atau malah kita perlu mendahuluinya melakukannya. Namun apakah selama ini kita mau melakukan hal yang baik atau benar terlebih dahulu? Apakah saat ini kita telah melakukan apa yang Yesus ajarkan ini? Ataukah kita lebih sering menghendaki  orang lain atau bahkan keluarga kita sendiri, teman sepelayanan atau orang yang tidak kita kenal dengan menuntut sesuatu yang kita kehendaki mereka lakukan, sedangkan kita sendiri tidak melakukannya?

Saya jadi teringat beberapa puluh tahun yang lalu, pada saat saya pertama kali bekerja. Sebagai karyawan baru, saya belum mengenal karyawan satu dengan yang lain. Namun di kantor tersebut, seluruh karyawan sangat baik dan ramah serta menjalin kekeluargaan. Mereka memiliki suatu kebiasaan apabila ada karyawan baru, semua karyawan yang lama akan menyambut dan dengan sopan mereka menawarkan diri untuk membantu kesulitan atau masalah yang dihadapi karyawan baru. Sehingga sebagai karyawan baru, saya merasa sangat nyaman dan sukacita. Hubungan kami satu dengan yang lain menjadi penuh keakraban dan saling membantu, tidak ada rasa ingin menjatuhkan atau mencari untung sendiri. Pada saat ada karyawan yang lembur, dengan rela hati dan sukacita beberapa karyawan yang tidak ada pekerjaan, akan membantu. Saya menjadi terbiasa dengan kebiasaan saling membantu ini. Tidak ada beban atau rasa keberatan pada saat saya membantu mereka, karena saya merasakan mereka banyak membantu saya juga. Akhirnya kebiasaan di kantor saya ini menjadi teladan bagi saya untuk menghargai dan menyambut karyawan baru dengan membantu kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi seperti pertama kali saya mengalaminya. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi saya untuk menghargai orang lain dan siapa pun  terlebih dahulu, sebelum saya minta dihargai. Hal ini tidak mudah, tetapi mari kita belajar bersama-sama untuk memulai perbuatan yang baik terlebih dahulu.

Ya Yesus, ajarlah kami untuk selalu melakukan perbuatan yang baik terlebih dahulu. Ingatkan kami untuk tidak menuntut sesama kami, tetapi ingatkan kami untuk melakukan yang terbaik buat sesama kami terlebih dahulu. Ambil kesombongan dan beri kami kerendahan hati untuk mau melakukan terlebih dahulu hal-hal yang berkenan kepada-Mu dan menyenangkan-Mu. Amin. (IJW)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20