Pelayananku Tidak Sia-Sia

Renungan Kamis 23 Juni 2022, Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Bacaan: Yes. 49:1-6Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15Kis. 13:22-26Luk. 1:57-66,80

Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia, namun hakku terjamin pada Tuhan dan upahku pada Allahku. (Yesaya 49:4)

Kata hamba pada mulanya berarti orang-orang yang ditawan dalam peperangan dan dijual sebagai budak. Biasanya seorang budak dibeli semata-mata karena kegunaannya. Namun, tidak demikian dengan Allah. Ia memilih hamba-Nya sejak dalam kandungan, artinya Allah tidak melihat latar belakang dan kemampuan yang dimiliki oleh hamba-Nya. Semua karena Allah ingin memakainya. Karena Allah yang memilih, Allah akan memberikan kemampuan dan menyertainya senantiasa.

Menjadi hamba Tuhan bukan berarti selalu berhasil. Kadang kala hasilnya kelihatannya kurang efektif, bahkan tampak sia-sia. Kita baca di Yesaya 49:4 menyatakan: Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna. Nabi Yesaya mungkin bekerja sangat keras untuk menjalani panggilannya, tetapi tanpa hasil yang baik. Dia menghela nafas bahwa semua susah payahnya sia-sia, dan dia mencoba yang terbaik untuk melakukan pekerjaan Allah, tetapi semuanya kosong dan hampa. Namun, Tuhan tidak mengukur hamba-Nya dari hal itu karena pada akhirnya Tuhan sendiri yang akan meninggikan hamba-Nya dan menggenapkan kehendak-Nya. Paulus mengakui bahwa “aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan” (1Kor. 3:6).

Maka pada perjalanan pelayanan, saya pun mau menyadari selalu bahwa ketika kami memberitakan kebaikan Tuhan itu artinya kami sedang menabur benih, melakukan apa yang harus dilakukan bagian kami sebagai hamba-Nya. Sisanya adalah bagian Tuhan yang menumbuhkan dan yang mempertobatkan pendengar kita adalah Roh Kudus sendiri.

Oleh karena itu, kita tidak perlu takut dengan panggilan menjadi hamba-Nya. Tuhan yang setia akan memperlengkapi kemampuan dan menyertai kita senantiasa. Kita hanya perlu percaya, taat, dan setia menjadi alat-Nya dalam melayani dan mengagungkan nama-Nya. Kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang hasil yang tampak mengecewakan. Yang diperlukan adalah kesetiaan menjadi alat-Nya sebab saat kita menyerahkan buah pelayanan sepenuhnya kepada Tuhan, Dia selalu menganugerahkan kepada kita semangat dan sukacita dalam perjalanan pelayanan kita.

Tuhan memberkati kita semua. (IMH)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20