Harta yang Utama

Renungan Jumat 17 Juni 2022 Hari Biasa

Bacaan: 2Raj. 11:1-4,9-18,20; Mzm. 132:11,12,13-14,17-18; Mat. 6:19-23.

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Matius 6:21)

Mengikuti pola pikir Yahudi, hati merupakan simbol totalitas kehidupan dan juga merupakan tempat di mana manusia menilai dan memutuskan banyak hal. Kita perlu menyadari bahwa pada zaman ini banyak orang tidak memiliki harta tetapi hartalah yang memiliki manusia. Hal ini terwujud dalam gaya hidup tertentu. Di samping harta materi, yang juga termasuk harta adalah pribadi-pribadi yang kita kasihi melampaui kasih kepada Tuhan.

Manusia mengumpulkan harta karena menginginkan kenyamanan dan menghilangkan kecemasan. Namun demikian, semua harta yang ada di dunia sifatnya sementara dan seringkali membuat orang terlena, sehingga peran Allah di dalam hidup menjadi ’kurang penting’. Padahal jika kita mengimani kalimat: hidup dan mati ada di tangan Tuhan; maka kepasrahan menjadi bekal utama dalam perjalanan hidup ini. Oleh karena itu, mari kita menggali sabda Yesus yang mengatakan: ”Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, yang lain itu akan ditambahkan.” (Mat 6:33)

Maka marilah menjadikan Tuhan satu-satunya harta yang utama dalam hati dan hidup kita: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Jadikanlah Tuhan satu-satunya sumber sukacita penghiburan dan harapan, sebab Dialah yang menjamin kesejahteraan hidup dan keselamatan kita. Hidup terlalu singkat dan menjadi tidak berarti bila dihabiskan hanya mencari uang dan kenikmatan yang fana. Tetapi hidup ini barulah bermakna jika dipersembahkan pada Tuhan, dengan melayani-Nya dan melayani pekerjaan-Nya, termasuk juga melayani Tuhan dengan uang yang Tuhan percayakan pada kita.

Doa

Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk berani mengumpulkan harta di surga agar aku layak dan boleh mendiami kerajaan-Mu bersama para kudus-Mu. Amin. (amdg, vmg.)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20