Buah Unggul

Renungan Rabu 22 Juni 2022

Bacaan: 2Raj. 22:8-13; 23:1-3Mzm. 119:33,34,35,37,40Mat. 7:15-20.

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20)

Durian adalah buah yang enak bagi sebagian orang, tetapi memilih buah durian memerlukan keahlian khusus. Kadang dari luar tampak bagus, tetapi hambar buahnya. Kita harus mencicipinya agar tahu mutu buahnya. Hal ini kita lakukan karena kita tidak mengenal pohonnya. Pohon yang baik pasti mengeluarkan buah yang baik. Demikian juga sebaliknya.

Kita semua diciptakan Allah dengan sangat baik. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik (Kejadian 1:27, 31). Berarti kita adalah ciptaan yang sempurna dan baik. Kita adalah bibit unggul yang terbaik. Bibit unggul diharapkan dapat menghasilkan buah yang baik. Untuk menghasilkan buah, diperlukan perawatan dan pemeliharaan.

Bagaimana caranya?

Setiap hari berdoa dan membina  komunikasi dengan Allah, memohon bimbingan-Nya dalam setiap langkah hidup kita. Merefleksikan firman Tuhan dan bergumul untuk melaksanakan-Nya. Menjadikan Kristus sebagai raja dan pusat hidup kita. Raja yang memerintah diri kita, karena itu kita bersedia menjadi hamba yang melaksanakan kehendak-Nya. Menyatukan diri dengan Kristus melalui Ekaristi Kudus. Ranting yang tidak berguna secara berkala dipotong agar tidak mengganggu pertumbuhan buahnya. Demikian juga kita secara berkala wajib menerima sakramen tobat, untuk membersihkan diri kita. Boleh setiap bulan, atau sekurang-kurangnya dua kali setahun. Dengan demikian kita dapat tumbuh menjadi pribadi yang semakin baik hari demi hari. Sungguh berbeda bila kita tidak membersihkan diri melalui sakramen pengakuan. Lama kelamaan kepekaan kita akan dosa menjadi kabur, bahkan rasa bersalah itu dapat hilang. Akhirnya perbuatan dosa, kita rasa sebagai hal yang biasa saja. Sungguh pemeliharaan ini penting untuk pertumbuhan iman kita.

Kita adalah bibit unggul yang diletakkan Tuhan untuk menggarami dunia. Mari kita tetap teguh memegang tugas perutusan ini, memelihara diri sehingga menghasilkan buah yang berlipat ganda, bahkan buah yang menghasilkan buah kembali.

Tuhan perbarui diriku agar semakin menjadi bibit unggul yang setia dan taat menjalani tugas perutusanku, membawa Kristus dalam kehidupanku sehari-hari. Amin. (IDJ)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20