Balok di Dalam Matamu

Renungan Senin 20 Juni 2022

Bacaan: 2Raj. 17:5-8,13-15a,18Mzm. 60:3,4-5,12-13Mat. 7:1-5

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (Matius 7:3)

Saudara terkasih dalam Kristus, kita mengenal peribahasa gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak. Ayat dari Matius di atas yang memiliki latar belakang budaya bangsa Yahudi ternyata juga memiliki arti yang lebih kurang sama.

Ternyata manusia secara universal sangatlah mudah untuk melihat kesalahan orang lain. Namun ketika kita diminta untuk introspeksi diri sendiri untuk merenungkan langkah laku kita dalam hidup ini, kita memiliki kecenderungan untuk sulit menemukan apa yang kurang baik dalam diri kita.

Saya teringat ketika saya bertemu dengan keluarga saya dan kami saling bercerita tentang sakramen rekonsiliasi atau sakramen tobat dan mengajak dia untuk melakukan sakramen tobat setidaknya satu bulan satu kali.  Dia memberikan jawaban yang cukup mengejutkan saya. Dia mengatakan bahwa dia tidak merasa sudah melakukan dosa. Hal ini yang juga saya rasakan ketika masuk ke dalam ruang pengakuan dosa, tanpa persiapan sebelumnya, atau tanpa melakukan pemeriksaan batin yang baik. Saya cenderung merasa hidup saya baik-baik saja, saya merasa tidak melakukan dosa yang berat, yang perlu saya nyatakan dengan pengakuan.

Saya merasa tertegur ketika membaca kisah hidup Santo dan Santa, juga bagaimana Paus kita yang sangat rutin melakukan Sakramen Tobat setiap minggunya. Kemudian saya sempat mencari bagaimana cara untuk memeriksa diri dalam mempersiapkan sakramen Tobat. Saya mendapatkan cara pemeriksaan batin menggunakan  sepuluh perintah Allah yang membuat saya tidak bisa lagi mengatakan bahwa saya tidak melakukan perbuatan dosa. [Cara pemeriksaan batin menggunakan sepuluh perintah Allah, klik di sini]

Allah Bapa yang kukasihi, hari ini Engkau mengingatkan kami melalui sabda Putra-Mu agar kami lebih sering memeriksa batin kami sehingga menjadi lebih peka terhadap kesalahan yang kami lakukan, bukan semakin tajam melihat kesalahan orang lain. Ya Allah Roh Kudus ketuklah hati kami, ingatkan agar kami sesering mungkin untuk pergi ke bilik pertobatan yang selalu terbuka untuk kami. Kami mohon terimalah ya Bapa semua doa dan pengharapan yang kami panjatkan ini dengan perantaraan Putra-Mu yang terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, Tuhan dan Juru selamat kami dalam persatuan dengan Roh Kudus yang membimbing hidup kami. Amin. (AlX)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20