Penghibur

Renungan Senin 16 Mei 2022 Hari Biasa Pekan V Paskah

Bacaan: Kis 14:5-18; Mzm 115:1-2.3-4.15-16; Yoh 14:21-26.

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14:26)

Di dalam Injil Yohanes 3:16, Yesus menyatakan begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yesus sangat yakin akan kehendak Bapa-Nya dan sangat mengasihi para murid-Nya.

Yesus sangat yakin saat Ia kembali kepada Bapa, Bapa pasti akan melakukan sesuatu agar apa yang dilakukan-Nya melalui Yesus, tidak terhenti. Karena itu pada saat perpisahan-Nya dengan para murid, Yesus tidak membiarkan para murid berduka dan menyatakan rencana Bapa untuk mengutus Roh Kudus yang akan selalu mendampingi para murid, sehingga mereka tidak merasa ditinggalkan oleh Yesus. Karena Roh Kudus akan selalu mengingatkan mereka pada Yesus, baik ajaran, perilaku, serta pesan Yesus agar mereka beroleh hidup yang kekal seperti yang dialami oleh Yesus sendiri yang bangkit dan persiapkan diri-Nya dan terutama para murid sebelum Dia naik ke surga.

Saya berpikir dan merenungkan betapa besar kasih Allah yang selalu rindu dan berusaha untuk membawa saya dan seluruh umat manusia agar dapat kembali kepada Bapa. Melalui baptisan kita dijadikan manusia baru, dijadikan Bait Allah, bahkan diberi anugerah untuk menghasilkan buah Roh dalam kehidupan kita. Terutama melalui pengorbanan Yesus yang sudah mau lahir di dunia, menderita, dihina, disiksa, sehingga wafat di atas kayu salib. Bahkan sejak lahir, dibungkus dengan lampin, secarik kain sederhana, dan dibaringkan di palungan, tempat makan ternak, sangat menyentuh hati saya, bahwa Yesus begitu rendah hati, penuh kasih.

Ternyata sejak lahir Yesus sudah dipersiapkan dan bersedia untuk jadi makanan rohani bagi kita yang percaya pada saat menyambut Tubuh dan Darah-Nya yang kudus dalam Perayaan Ekaristi, di mana di meja altar, roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah-Nya sendiri. Apa yang dikaruniakan pada saya begitu banyak dan indah luar biasa, karena dengan satu tujuan, agar suatu saat saya boleh kembali juga ke rumah Bapa, dalam kehidupan kekal. Indah karena Yesus selalu menantikan saya untuk datang pada-Nya agar dapat bersatu dengan saya, pada saat saya menyambut-Nya dalam Komuni Kudus.

Saat ini justru merupakan saat penuh rahmat bagi saya karena baru saja merayakan Paskah, hari yang mengingatkan saya di mana Tuhan sudah sediakan Yerusalem yang baru bagi saya dan seluruh umat manusia yang mau menerima Dia. Dan mempersiapkan diri dengan lebih baik seperti para rasul sebelum hari Pentakosta tiba.

Doa

Tuhan tambahkanlah iman saya, oleh karena kerahiman-Mu, demi kemuliaan-Mu. Amin (JW)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20