Teladan Yesus dalam Berdoa

Renungan Rabu, 12 Januari 2022, hari biasa.

Bacaan: 1Sam. 3:1-10,19-20Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10Mrk. 1:29-39.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. (Markus 1:35)

Selama hidup Yesus di dunia, Dia memberikan banyak sekali teladan yang benar-benar luar biasa. Salah satunya adalah dalam hal berdoa.

Dalam bacaan hari ini dikisahkan Yesus menyembuhkan banyak orang sakit dan yang kerasukan, termasuk ibu mertua Petrus yang sedang demam. Kita dapat melihat bahwa pada malam itu Yesus melayani orang-orang yang membutuhkan Dia sampai larut, namun hal itu tidak menghalangi Yesus untuk menyediakan waktu bersekutu dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. (Mrk. 1:35).

Satu hal yang dapat kita teladani dari Yesus adalah selalu mengutamakan waktu untuk berdoa. Walaupun begitu padatnya kegiatan dan pelayanan, Yesus tidak pernah lupa berdoa. Karena doa menjadi sumber kekuatan dalam karya pelayanan dan pengajaran-Nya. Yesus memulai hari-Nya dengan berdoa. Ia pergi ke tempat yang sunyi untuk berdialog dengan Bapa-Nya. Kita sering kali lupa berdoa ketika kita bangun di pagi hari atau mau tidur pada malam hari dengan berbagai alasan termasuk karena kesibukan atau kemalasan.

Tuhan Yesus memberi teladan hidup bagi kita bahwa berdoa merupakan suatu persiapan penting dan hal utama yang harus kita lakukan sebelum kita mengawali hari. Dalam doa kita berkomunikasi dengan Tuhan, bersaat teduh meminta kekuatan dan pertolongan Tuhan sebelum melakukan aktivitas harian kita, supaya kita juga mampu melihat kehendak Tuhan di dalam setiap pergumulan hidup kita.

Doa : Allah Bapa di surga, aku bersyukur kepada-Mu untuk anugerah kesehatan sampai hari ini. Tambahkanlah imanku agar aku semakin menyadari betapa pentingnya bersekutu dengan-Mu sebelum aku mengawali hariku. Sehingga aku dapat menjalani hari dengan penuh syukur, dengan menimba kekuatan yang berasal dari-Mu, dan dapat melihat rencana-Mu dalam setiap pergumulan hidupku. Ampuni aku jika terkadang aku lebih mementingkan kepentingan diri sendiri. Terima kasih Tuhan. Amin.

(KLC)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20