Rendah Hati

Renungan Minggu 9 Januari 2022, Pesta Pembaptisan Tuhan 

Bacaan: Yes. 40:1-5,9-11Mzm. 104:1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30Tit. 2:11-14; 3:4-7Luk. 3:15-16,21-22

dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Lukas 3:22)

Untuk dapat menjadi seorang Katolik tidaklah mudah, perlu proses untuk mau mengikuti pembelajaran katekumen selama satu tahun, ada absensi kehadiran selama proses pembelajaran yang harus dipenuhi dan juga harus menghadapi semacam ujian untuk dapat dinyatakan lulus, dan itu merupakan salah satu syarat untuk bisa menjadi seorang Katolik. Proses ini pasti tidaklah mudah, juga bukan proses yang bisa terjadi secara instan untuk  dapat dibaptis dan menjadi seorang Katolik, perlu ketaatan mengikuti proses dan kerendahan hati untuk mau belajar. Pembaptisan merupakan pintu masuk untuk menjadi seorang pengikut Kristus.

Apa artinya pembaptisan bagi seorang Putra Allah? Peristiwa Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan menunjukkan sikap solidaritas-Nya dan sebagai bukti bahwa Yesus sungguh manusia. Hal ini bukan sebagai tanda pertobatan, tetapi sebagai bukti kerelaan dan pengorbanan-Nya demi keselamatan manusia. Inilah kasih yang sejati, kasih yang mau merendahkan diri. Dia yang sebenarnya maha tinggi mau direndahkan, berkebalikan dengan kebanyakan kita manusia yang rendah yang selalu ingin ditinggikan.

Kita hidup dalam masyarakat yang penuh dengan keinginan menonjolkan diri, menunjukkan kepintaran, kehebatan, kekayaan. Tetapi Yesus datang menyamakan diri-Nya dengan semua orang berdosa meskipun sesungguhnya Ia tidak memiliki dosa sama sekali.

Pembaptisan yang dilakukan oleh Yohanes menyatakan ke-Ilahi-an Yesus sebagai Putra Allah. Pembabtisan menjadi tanda dimulainya karya pewartaan Yesus. Yohanes Pembaptis mau mengatakan bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang telah dinubuatkan sejak dahulu, dipertegas oleh turunnya Roh Kudus dalam rupa merpati yang turun ke atas Yesus saat pembaptisan. Roh Kudus turun dalam bentuk burung merpati, yang dianggap sebagai simbol kesetiaan, simbol kelembutan, simbol kedamaian. Allah Tritunggal dinyatakan untuk pertama kalinya. Suara Bapa dari langit, Sang Putra yang dibaptis, dan Roh Kudus dalam rupa merpati adalah simbol Tritunggal. Dalam Tritunggal Mahakudus ini pula, kita dimateraikan melalui pembaptisan.

Pembabtisan merupakan bentuk dan tanda komitmen kita sebagai umat yang percaya untuk mendapatkan anugerah pengampunan, yang bisa kita dapatkan dengan terus menerus hidup di dalam pembaruan diri. Hal yang paling sederhana yaitu dimulai dari diri sendiri untuk dapat menjadi teladan bagi orang lain. Di tengah pandemi yang belum berakhir ini, kita mau merendahkan hati kita untuk bersatu dan mengubah diri kita menjadi lebih baik.

Selamat berproses dan menghayati tahun baru sebagai lembaran hidup yang baru.

Doa: Terima kasih Bapa, aku senantiasa bersyukur atas sakramen pembaptisan yang telah kuterima, Semoga hatiku selalu diberikan kerendahan hati dan dituntun oleh Roh Kudus untuk senantiasa mencari wajah-Mu. Amin. (BDH)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20