Mukjizat Terbesar

Renungan Jumat 7 Januari 2022

Bacaan: 1Yoh. 5:5-13Mzm. 147:12-13,14-15,19-20Luk 5:12-16

Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. (Lukas 5:15)

Dalam bacaan pertama dari 1 Yoh 5:9-10 yang tertulis: ”Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anaknya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, Ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.”

Dalam bacaan Injil hari ini kita membaca tentang bagaimana orang banyak  yang mendengarkan kesaksian tentang mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Orang-orang yang pada saat itu dengan mata mereka sendiri melihat mukjizat itu terjadi, mereka berani memberi kesaksian kepada orang lain. Serta ketika kita merenungkan dalam bacaan pertama kita diingatkan bahwa kesaksian tentang Allah yang ada di dalam diri kita sendiri, akan lebih kuat bagi kita untuk menjadi saksi Kristus.

Kita membaca bagaimana seorang kusta disembuhkan oleh Yesus dan melalui kesembuhan orang kusta itu memberikan kesaksian tentang Yesus dan akhirnya tersebar ke mana-mana, meskipun Yesus telah melarang untuk tidak menceritakan kepada orang lain. Saat ini pun hal-hal yang bersifat seperti mukjizat juga sering kita lihat atau bahkan kita alami. Banyak kita melihat di YouTube bagaimana seorang hamba Tuhan melakukan mukjizat kesembuhan atau ketika mendengarkan kesaksian orang yang disembuhkan, dipulihkan, dalam acara-acara penyembuhan, saat itu kita akan bisa merasakan karya Tuhan dalam hidup orang yang disembuhkan, mereka mengalami kebaikan Tuhan. Namun bagaimana dengan pribadi kita saat ini? Mungkin kadang-kadang kita merasa kosong, kadang-kadang kita merasa apa yang kita minta kepada Tuhan seolah-olah tidak ada jawabannya, seolah-olah Tuhan tidak berkenan melakukan mukjizatnya kepada kita.

Namun bacaan pertama hari ini sangat meneguhkan saya pribadi, di mana tertulis: “Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, Ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya.”  Bapak Ibu yang saya kasihi, ayat ini meminta kita untuk yang terpenting dalam hidup ini adalah mempercayai Yesus Kristus Juru selamat kita, dan ketika kita percaya akan Dia, kita sebagai manusia akan mampu menceritakan mukjizat yang kita alami, penyelenggaraan Tuhan, kasih Tuhan yang selalu ada dalam hidup kita. Dengan percaya akan Yesus kita akan mampu menjadi saksi Kristus dan semakin banyak saksi Kristus, akan membuat orang banyak semakin mengenal dan mengikuti Yesus Kristus sang Juru Selamat.

Pernahkah kita menyadari sebenarnya setiap kali kita merayakan Ekaristi kita mengalami mukjizat yang sangat luar biasa, bagaimana kita mengimani bahwa roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus, dan ketika kita menyambutnya kita menjadikan Yesus Kristus ada di dalam tubuh kita, Anak Allah berada di dalam tubuh kita. Oleh karena itu sesuai bacaan pertama seharusnya kita bisa memiliki kesaksian dalam hidup kita. Kita mampu bersaksi dalam hidup kita. Kita sudah mendapat contoh nyata dari kisah orang kudus, bagaimana hidup mereka, mungkin mereka hidup tidak dalam kondisi sejahtera, tidak dalam kondisi bahagia, bahkan lebih banyak yang kehilangan nyawanya.  Bapak Ibu yang terkasih apa yang dicontohkan oleh para kudus itu, hendaknya membuat kita meyakini bahwa dengan adanya Yesus Kristus di dalam diri kita, akan membuat kita berani sebagai saksi Kristus. Kita bukan mencari Kristus untuk kesejahteraan kita di dunia ini  tetapi hendaknya bersama Kristus kita akan memperoleh jaminan keselamatan kekal bersama Dia Sang Juru Selamat. Semoga dengan bacaan hari ini, kita semakin berani untuk hadir dalam perjamuan Ekaristi untuk menerima satu mukjizat yang luar biasa yang ada dalam kehidupan kita.

Doa: Allahku yang kukasihi, hari ini Engkau mengingatkan kami melalui mukjizat yang Kau lakukan, bagaimana Engkau selau mengharapkan kami menjadi saksi-Mu dalam kehidupan ini. Maafkanlah kami ya Tuhan atas kesalahan kami yang terkadang selalu meminta kebahagiaan dalam kehidupan kami di dunia ini. Kami selalu meminta untuk selalu sehat, kami selalu meminta Engkau memberi berkat yang berlimpah, sehingga terkadang kami menjadi meninggalkan diri-Mu untuk mengejar kebahagiaan di dunia ini. Terima kasih ya Tuhan, Kau ingatkan kami bahwa melalui Ekaristi kami bisa merasakan mukjizat yang luar biasa dalam hidup kami, kami mengimani roti dan anggur yang Kau ubah menjadi Tubuh dan Darah-Mu. Yang dapat kami kecap dan rasakan kehadirannya dalam hidup kami dalam diri kami. Kiranya Tuhan tumbuhkanlah iman kami akan pengharapan kebahagiaan dalam kehidupan kekal adalah tujuan utama hidup kami di dunia ini. Kami mohon ya Tuhan untuk semua doa dan pengharapan kami, yang kami panjatkan ini, semoga Engkau terima di hadirat-Mu  dengan perantaraan Putra-Mu yang terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin. (AlX)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20