Janji Allah

Renungan Rabu,1 Desember 2021, pekan I Adven, PW Beato Dionisius dan Redemptus

Bacaan: Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:1-6; Mat. 15:29-37

“Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan Allah akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya.” (Yesaya 25:8)

Dalam bacaan pertama, tertulis di Kitab Yesaya, bahwa Tuhan akan meniadakan maut untuk seterusnya, dan Ia akan menghapus air mata dari wajah semua orang. Aib umatnya akan ia jauhkan dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya.

Saat membaca bait pengantar Injil, saya juga merasa diteguhkan akan janji Tuhan bagi semua orang yang setia, dan yakin janji-Nya akan ditepati. Luar biasa kasih Allah pada seluruh umat manusia tanpa membedakan. Tuhan tak pernah ingkar janji dan pasti akan mewujudkan-Nya.

Saya teringat akan sharing seorang Romo, di mana beliau menjadi ketua suatu komunitas religius. Beliau mengajar para anggota komunitasnya tentang kasih Allah dan berani berserah penuh kepada Allah. Pada suatu malam, penanggung jawab bagian dapur melapor kepada Romo bahwa saat itu mereka sedang kekurangan lauk. Beliau minta agar mereka berdoa dan melaporkan apa yang terjadi kepada pemilik komunitas yaitu Allah sendiri. Saat mereka sedang berdoa sebelum santap bersama, terdengar dentang lonceng pintu, tanda bahwa ada orang datang.  Betapa terkejutnya seluruh penghuni komunitas itu, ternyata orang yang datang membawa lauk yang cukup banyak. Seluruh komunitas itu pun serempak mengucap syukur memuji Allah, karena mengalami kasih Allah yang nyata, yang menyediakan segala kebutuhan mereka.

Ada juga sharing seorang Ibu, isteri seorang pelaut. Saat zaman perang di mana keadaan tidak menentu, keuangan serba terbatas, tiba-tiba anaknya minta sup ayam. Ibu ini mengajak anak-anaknya untuk berdoa, berani mengandalkan Tuhan. Beliau berkata: “Nak, uang mama tidak cukup untuk memenuhi keinginan kalian. Berdoalah, mungkin Tuhan berkenan dan kita dapat makan sup ayam.” Dan mereka berdoa dengan sungguh-sungguh. Sore hari pintu rumah mereka diketuk, ternyata salah satu tetangga mereka datang membawa sekeranjang sayur segar yang di antaranya ada wortel, kentang, serta seledri. Dan juga seekor ayam. Tetangga yang datang ternyata baru pulang dari Batu dengan keluarganya. Mereka kelebihan membeli sayur dan teringat akan ibu serta anak-anaknya, yang suaminya tidak ada di rumah karena bertugas dalam peperangan, maka tetangga itu berbagi dengan mereka, dan akhirnya anak ibu itu bisa makan sup.

Beato Dionisius dan Redemptus serta para kudus yang lain juga memilki iman yang besar akan Allah. Tanpa ragu sedikit pun, mereka serahkan hidupnya untuk kemuliaan Allah tanpa takut dalam menghadapi apa pun. Mata hati mereka hanya tertuju pada Allah dan hanya berharap dengan berpegang pada janji Allah, sukacita menanti bagi mereka yang percaya akan Allah.

Doa: Roh Kudus selidiki hati saya, sudahkah saya yakin akan kasih dan janji Allah? Ampunilah saya dan anugerahkanlah iman yang hidup bagi saya. Agar saya mampu melaksanakan kehendak-Mu demi kemuliaan-Mu, karena Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

(JW)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20