Rumah Tuhan

Renungan Jumat 19 November 2021

Bacaan: 1Mak. 4:36-37,52-59; MT 1Taw. 29:10,11abc,11d-2a,12bcd; Luk. 19:45-48.

Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Lukas 19:46)

Seorang pemilik rumah akan menjaga baik-baik rumah tinggalnya sehingga ia bisa tinggal dengan nyaman di sana, ‘home sweet home’ istilahnya. Demikian pula Allah menginginkan dapat tinggal bersatu dengan manusia, ciptaan yang sangat dikasihi-Nya, dalam ruang kudus-Nya yang ada dalam hidup masing-masing pribadi.

Rasul Paulus mengatakan ...tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu…” (1Kor 6:19)

Tetapi seringkali kita mengotori bait Kudus-Nya dengan tidak menjaga kekudusan hidup baik secara jasmani maupun rohani. Sehingga hidup kita bagai sarang penyamun di mana berbagai  kehendak dan perbuatan jahat memenuhinya. Padahal yang Yesus kehendaki dari kita adalah relasi yang tidak berkesudahan dan semakin mendalam, di mana setiap saat selalu berkomunikasi dengan-Nya dan hati yang selalu terarah kepada-Nya, dengan demikian kekudusan itu akan selalu terjaga dengan baik dan membuat kita makin mengerti kehendak Tuhan. Maka Sabda-Nya: ”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Karena itu marilah kita setiap saat melihat ke dalam hati, refleksi diri, membersihkan hati dengan bertobat jika dijumpai banyak kekotoran di dalam sana, sehingga Sabda Tuhan yang kita terima dapat sungguh-sungguh kita hidupi dan kita boleh berjalan dengan tuntunan kebenaran-Nya. Tuhan sudah memberikan rahmat penebusan-Nya kepada kita agar kita sanggup menolak dosa, sekarang tinggal bagaimana tangggapan kita?

Doa

Terima kasih Tuhan bahwa Engkau sungguh hadir di dalam hidupku. Ampunilah aku yang belum mampu menjadikan diriku sebagai bait-Mu yang kudus. Engkau sudah memberikan kuasa pembebasan dari dosa, tetapi aku dengan segala kelemahanku masih berulang kali jatuh pada dosa yang sama. Semoga dengan rahmat pertolongan-Mu memampukan aku semakin gigih berusaha untuk hidup yang lebih baik sehingga dari hari ke hari makin berkenan di hadapan-Mu. Sungguh ku ingin menyenangkan hati-Mu Tuhan dan Raja yang patut kusembah untuk selama-lamanya. Amin (MVLD)

 

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20