Dibenci Karena Nama-Ku

Renungan Rabu 24 November 2021

Bacaan: Dan. 5:1-6,13-14,16-17,23-28; MT Dan. 3:62-67; Luk. 21:12-19

Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. (Lukas 21:17)

Nama identik dengan orangnya. Karena itu kita mengenal, mengingat nama seseorang bukan karena namanya yang indah, unik, singkat atau panjang tapi lebih ke pribadi pemilik nama tersebut. Saya tidak lupa dengan teman TK saya yang selalu mengganggu saya dengan ulat bulu yang ditaruh di rok seragam sampai saya menjerit-jerit ketakutan dan menangis sepanjang hari. Saya juga ingat sahabat SMA saya yang setia berdoa bersama di Kapel Cor Jesu setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Pengalaman bersama mereka membuat saya terus mengingat nama mereka.

Ketika Yesus mengatakan bahwa murid-murid akan dibenci semua orang karena nama-Nya tentunya lebih kepada pribadi Yesus dan pengalaman semua orang dengan Yesus.
Bagaimana Yesus menyembuhkan mereka yang sakit secara jasmani dan rohani, bagaimana Yesus mengampuni para pendosa yang disingkirkan orang. Kasih tanpa syarat dan pengampunan tulus yang diajarkan, telah membawa banyak orang kepada pertobatan. Hal ini tentu saja membuat orang Farizi dan penatua-penatua agama menjadi benci, karena mereka tidak mampu meneladani Yesus. Bahkan puncak karya-Nya di kayu salib adalah bukti nyata keselamatan bagi semua orang yang percaya dan pengorbanan inilah yang mendasari kebencian orang yang tidak mampu melakukannya.

Pertanyaan yang penting bagi kita semua adalah apakah kita dibenci semua orang karena Yesus yang kita teladani sebagai Bapa dan Guru? Atau jangan-jangan tidak ada seorang pun yang membenci kita karena hidup kita sama saja dengan mereka yang mengaku pengikut Yesus tetapi hidupnya seperti orang Farisi yang munafik?

Semoga melalui nama-Nya, kita dimampukan tetap mewartakan keselamatan dan kerajaan-Nya kepada semua orang yang membenci kita.

Yesus yang baik, dimuliakanlah nama-Mu. Terima kasih menjadi penebus yang menyelamatkan hidup kami. Karena nama-Mu kami mau dibenci semua orang dan setia mewartakan kabar sukacita dengan kasih-Mu yang menyertai kami, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin. (VDL)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20