Panjang Sabar dan Berlimpah Kasih Setia

Renungan Rabu 6 Oktober 2021

Bacaan: Yun. 4:1-11; Mzm. 86:3-4,5-6,9-10; Luk. 11:1-4

Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.” (Lukas 11:2)

Ketika Yesus berhenti berdoa di salah satu tempat, salah seorang dari murid-murid-Nya meminta diajar berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-murid-Nya berdoa. Yesus yang sangat mengasihi murid-murid-Nya, mengajar mereka Doa Bapa Kami. Yesus mengajar para murid-Nya untuk memanggil Allah sebagai Bapa. Yesus menghimbau kita untuk mengenal Allah sebagai Bapa yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya.

Bapa yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia dapat kita temukan dalam bacaan pertama tentang Yunus. Ia kesal hatinya dan marah-marah, karena Tuhan mengasihani Kota Niniwe. Ia tahu Tuhan itu Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Allah menyesali malapetaka yang hendak didatangkan-Nya akibat dosa-dosa mereka. Karena sifat Tuhan yang murah hati, diutus-Nya Yunus ke Niniwe untuk memperingatkan penduduk di sana. Seruan Yunus membuat seluruh isi kota baik manusia maupun hewan pada bertobat. Itu tidak disukai oleh Yunus, dandia  menjadi marah. Tuhan yang pengasih dan penyayang mengajar Yunus tentang cinta kasih dan pengampunan. Melalui pohon jarak yang memberi tempat pada Yunus untuk berteduh, sehingga dia tidak kepanasan; dan atas penentuan Tuhan pula, saat fajar menyingsing datanglah ulat menggerek daun pohon jarak itu hingga layu dan Yunus kepanasan. Ia marah lagi, kembali berharap supaya ia lekas mati. Tuhan dengan penuh kesabaran menjelaskan kalau ia yang tidak ikut menanam pohon jarak itu, menyayangkan kematian pohon jarak itu. Tuhan lebih lagi menyayangkan penduduk Kota Niniwe yang 120 ribu orang beserta ternaknya yang tidak tahu membedakan tangan kanan dan kiri.

Sebagai manusia, saya dulu juga berpendapat seperti Yunus bahwa yang salah patut dihukum. Sampai suatu saat saya ikut retret, saya mengalami kasih Tuhan yang mengubah pandangan saya. Ternyata dengan cinta kasih, seseorang bisa mengalami perubahan tanpa harus dihukum.

Doa: Bapa, ingatkan saya untuk mengampuni siapa pun yang harus saya ampuni. Limpahkan kasih karunia-Mu sehingga saya dapat mengampuni mereka dan menerima mereka semua sebagaimana Engkau menerima mereka semua apa adanya. Karena kami lemah juga tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri seperti penduduk di Niniwe. Mampukan saya untuk selalu mengucap syukur dan berterima kasih pada-Mu Bapa. Amin. (JRW)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20