Mengatakan Kebenaran

Renungan Selasa 12 Oktober 2021

Bacaan: Rm. 1:16-25; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 11:37-41.

Rm. 1:16-25; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 11:37-41.

Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.” (Lukas 11:39)

Perikop  ini berbicara tentang Yesus yang melanggar tradisi adat istiadat orang Yahudi yaitu tradisi mencuci tangan sebelum makan. Di sini sangat menarik karena sebenarnya Yesus tidak menentang atau pun ingin menghapus tradisi tersebut, melainkan mentransformasikan dan memberi kepenuhan; Yesus ingin menunjukkan bahwa, bukan hal eksternal yang membuat seseorang menjadi suci atau terbebas dari dosa, melainkan hal internal yang lahir dari hati dan jiwa yang seharusnya disucikan karena bisa meracuni kehidupan dan kemurnian hati seseorang.

Saya teringat anak saya yang kedua beberapa kali tidak masuk sekolah karena terlambat bangun, waktu itu masih SD kelas satu. Keesokan harinya waktu masuk dia memberitahu kepada Gurunya bahwa dia tidak masuk kemarin karena terlambat bangun. Saya terkejut kok beraninya dia berkata kebenaran dengan penuh risiko. Saya bertanya kepadanya apakah tidak takut menghadapi risiko karena kejujurannya. Jawabannya sungguh menyadarkan saya bahwa dia berani menghadapi risiko atas kejujurannya tetapi hatinya lega tanpa beban, dan kebiasaan itu bertahan sampai sekarang.

Bacaan injil hari ini, Yesus ingin menjelaskan kepada kita semua sebagai murid Kristus betapa pentingnya kesucian hati, pikiran dan perbuatan. Kadang tingkah laku, perbuatan, tutur kata yang diekspresikan tidak sesuai dengan apa yang kita rasakan; di sini ada kemunafikan dan kepalsuan, sifat-sifat inilah yang harus kita perbaiki dari dalam diri, karena karakter-karakter seperti ini merupakan kuman seperti kanker yang perlahan demi perlahan membawa kita kepada kematian.

Sangat jelas apa yang dikatakan Yesus, kadang kita bermuka dua, maka Yesus mengundang kita untuk meninggalkan kemunafikan, kepalsuan, kesombongan, kebohongan, dll, bersihkan hati kita dari benalu kehidupan dan penuhilah dengan cinta kasih, kemurahan, belas kasih, dan pengampunan. Dengan demikian, sikap dan tingkah laku yang kita ekspresikan mencerminkan ketulusan dan kejujuran. Maka dari itu, jika bagian internal kita telah diperbaikii, maka yang eksternal akan memberi kesempurnahan.

Tuhan bersihkanlah hatiku dari kotoran yang ada, dan jadikanku manusia yang transparan, yang mencerminkan kejujuran dan ketulusan agar menjadi teladan bagi sesama. Amin. (SWW)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20