Ketekunan Berdoa

Renungan Kamis 7 Oktober 2021

Bacaan: Mal 3:13-4:2a; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 11:5-13

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Lukas 11:9-10)

Iman haruslah disertai dengan rasa percaya, dan bukanlah sesuatu yang cukup diucapkan begitu saja. Yesus memberi contoh dengan cerita perumpamaan tentang seorang yang tidak mau pergi, sampai tetangganya, sahabatnya memberikan apa yang dia butuhkan. Contoh tersebut punya pesan yang jelas bahwa Allah ingin agar kita datang kepada-Nya dengan rasa percaya, tekun dan selalu berharap untuk terkabulnya permohonan-permohonan kita.

Mungkin kita sudah melakukan itu semua, tetapi Tuhan tidak kunjung mengabulkan doa-doa dan pengharapan kita, hal itu bukan berarti Tuhan tidak mendengar ataupun tidak peduli. Tetapi mungkin Tuhan ingin mendidik kita dalam hal kesabaran, ketekunan dan ketaatan, karena hal-hal itulah yang nantinya akan mengubah hati dan kehidupan kita secara mendalam.

“Kesengsaraan menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:3-4)

Kita sering berkecil hati, ketika doa-doa kita tidak kunjung terjawab, kita mulai bosan, putus asa, mulai luntur iman dan kepercayaan kita, dan mencari jalan-jalan lain dan bahkan meninggalkan Allah.

Dalam pesan ini, Yesus berjanji bahwa Ia tetap akan mendorong kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan keselamatan-Nya, datang, mengetuk dan meminta, dan Tuhan berjanji untuk membuka pintu dan mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada semua orang yang datang, yang mengetuk dan yang meminta kepada-Nya.

Melalui kesetiaan dan ketekunan bersama Roh Kudus, kita memperkenankan Allah untuk menjadikan kita kuat dan indah seperti bejana yang berasal dari tanah liat.

Ketika kita menjadi kuat dan berkat-berkat Allah mengalir, maka kita pun akan dimampukan untuk mempunyai kepedulian, mempunyai rasa belas kasih kepada sesama kita, ketika mereka datang meminta pertolongan kepada kita, terutama kepada para fakir miskin, orang-orang yang terpinggirkan, tak berdaya, yang menderita oleh ketidakadilan.

Salam dan doa.
FXST

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20