Bergerak Mengikuti Tuntunan-Nya

Renungan Minggu 10 Oktober 2021, Hari Minggu Biasa XXVIII

Bacaan: Keb. 7:7-11; Mzm. 90:12-13,14-15,16-17; Ibr. 4:12-13; Mrk. 10:17-30

Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mrk 10: 24-25)

Hari ini Tuhan Yesus mengajak saya untuk mendengarkan dialog diri-Nya dengan seseorang yang bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat, untuk memperoleh hidup yang kekal?” (lihat Mrk 10:17- 30).

Lewat peristiwa itu dan lewat apa yang dikatakan kepada para murid-Nya, pagi ini Tuhan Yesus menuntun saya untuk mengikuti-Nya agar saya dapat memperoleh hidup yang kekal.

“Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mrk 10:24-25)

Apakah kaitannya masuk ke dalam Kerajaan Allah untuk mengalami hidup yang kekal dengan seekor unta masuk melewati lubang jarum?

Pada zaman Tuhan Yesus, di kota Yerusalem terdapat pintu gerbang utama dan pintu darurat model lorong memanjang yang di bagian atasnya melengkung seperti lubang jarum. Biasanya pada sore hari, bilamana pintu gerbang utama telah ditutup, maka pintu darurat model lubang jarum itu digunakan sebagai pintu keluar masuk kota Yerusalem. Karena  pintu itu cukup sempit dan rendah, maka untuk dapat masuk, seekor unta harus menurunkan seluruh barang bawaan, bersedia menunduk dan ditarik masuk oleh tuannya untuk berjalan di lorong yang sempit dan gelap mengikuti tuntunan tuannya.

Maka pagi hari ini saya sungguh bersyukur karena melalui peristiwa unta masuk lubang jarum, Tuhan Yesus kembali lagi menegaskan kepada saya dan mungkin juga kepada Ibu Bapak para sahabat semua;  untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah dan memperoleh hidup yang kekal, saya harus mau melepaskan seluruh keterikatan saya akan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya dan dengan rendah hati bersedia bergerak mengikuti tuntunan-Nya.

Terkait bergerak mengikuti tuntunan-Nya, pagi ini, Tuhan Yesus mengingatkan saya kembali akan apa yang telah saya alami, terutama yang terjadi dengan Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) di tahun lalu hingga hari ini.

Tanggal 17 Maret 2020, seluruh aktivitas pengajaran SEP KEP dihentikan untuk mendukung pemerintah memutus rantai penyebaran COVID-19. Di tengah kebingungan apa yang harus dilakukan SEP dan KEP, Tuhan Yesus menggemakan kata-kata yang telah diberikan-Nya di hati saya ketika SEP merayakan 25 tahun yaitu “Menjadi arus rahmat”. Tidak boleh pernah berhenti membagikan Kabar Baik dan Membawa Kristus ke dalam dunia kehidupanku sehari-hari”.

Walaupun saat itu saya tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, tetapi saya bergerak mengikuti tuntunan-Nya. Yang luar biasa, ketika saya  menyampaikan kata-kata itu ke beberapa sahabat pengurus dan pengajar SEP, ternyata mereka juga mendapatkan dorongan yang sama. Mereka kemudian memberikan ide-ide kepada saya agar SEP tetap stay connected, menyapa dan memberi semangat kepada seluruh Peserta SEP KEP, Pengurus dan Pengajar SEP melalui zoom virtual meeting.

SEP kemudian bergerak, dimulai Tim Pujian SEP KEP menyapa seluruh peserta, pengurus, pengajar SEP KEP melalui YouTube. Kemudian dilanjutkan dengan Zoom Virtual Refreshing pengajaran kelas Misi Evangelisasi dan Pemuridan, Zoom Pengajaran Lepas, Zoom Pengajaran Mini Series  dan mengakhiri seluruh rangkaian pengajaran lepas dengan Moviedrama Online “Jujur” serta selanjutnya SEP dan beberapa KEP kembali mengadakan kelas pengajaran ME. Di tahun ini SEP terus tetap bergerak melanjutkan pengajaran kelas ME, Pemuridan, Oikos bahkan AGK (Ajaran Gereja Katolik).

Kalau sampai sekarang, SEP dapat terus mengadakan kelas Pengajaran dan juga Forum Guru secara rutin, membuat video renungan Weekend With Jesus, bahkan mengadakan Podcast SEP “Buka Hati”, itu semua karena anugerah-Nya. Itu semua bukan karena kuat dan gagah kita. Itu semua terjadi karena kita mau membuka hati untuk dituntun-Nya agar SEP dapat membawa banyak orang berjumpa dan berelasi dengan diri-Nya.

Terima kasih Tuhan Yesus atas anugerah yang telah Engkau berikan kepada SEP untuk dapat terus menjadi arus rahmat di dalam Gereja, tidak pernah berhenti membagikan Kabar Baik dan membawa Kristus ke dalam dunia kehidupan kami sehari-hari.

Bimbing dan kuasai hati dan pikiran kami, agar kami dapat dengan penuh sukacita bergerak mengikuti tuntunan-Mu, melakukan kehendak-Mu dengan sungguh-sungguh, untuk membawa banyak orang berjumpa, berelasi dan mengalami kasih-Mu. Amin.

Set

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20