Bapa Penuh Kasih

Renungan Jumat 15 Oktober 2021

Bacaan: Rm. 4:1-8; Mzm. 32:1-2,5,11; Luk. 12:1-7

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya. (Roma 4:7-8)

Kalau saya mengingat-ingat kehidupan saya dahulu sebelum pertobatan saya, saya sungguh merasa dosa-dosa saya sangat banyak dan kategori dosa berat yang mana kalau Allah menghitungnya kemungkinan besar saya tidak akan selamat. Karena belas kasih-Nya saya masuk ke dalam pertobatan.

Ketika saya berseru kepada-Nya dalam ketidakberdayaan untuk tidak melakukan dosa-dosa berat yang sudah menjadi kebiasaan saya waktu itu, Bapa yang maha baik menjawab seruan saya dan memberi saya karunia untuk lepas dari melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sudah membuat saya kecanduan untuk terus melakukannya.

Dalam masa pertobatan, saya baru menyadari bahwa saya selalu mendapatkan perlindungan dan terhindar dari hal-hal yang dapat memalukan saya bahkan keluarga saya dalam masa-masa gelap itu. Saya sungguh bersyukur karena mendapat kemurahan itu meskipun sampai sekarang saya masih terus berjuang dalam pertobatan saya, Bapa terus menyatakan kasih dan penyertaan-Nya

Kutipan Injil hari ini menjadi sesuatu yang mengingatkan saya bahwa mata Allah selalu tertuju kepada saya ketika saya berbuat dosa sehingga saya berusaha untuk tidak melakukannya meski kadang masih jatuh bangun. Tapi kutipan inilah yang selalu menjadi pegangan saya sebagai “ayat pengendali” agar saya selalu ingat dan malu terhadap Tuhan yang sudah begitu baik kepada saya.

Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah (Luk 12:2-3).

Allah Bapa tahu segala-galanya.

Saya juga teringat kata-kata teman saya yang membantu saya masuk ke dalam pertobatan, di mana saya saat itu sering bercerita kepada dia karena jatuh bangun dalam dosa di mana itu selalu berhubungan dengan kehidupan pekerjaan saya dan juga kehidupan sosial pertemanan saya yang sering sekali membawa saya jatuh ke dalam dosa. Dia berkata: “ Kita ini seringnya lebih sungkan kepada manusia daripada kepada Allah.”

Saya percaya Bapa juga memberikan ayat tertentu dalam hidup Anda yang membuat Anda mengingat akan kebaikan-Nya dan dengan ayat tersebut Anda berusaha untuk taat dan tidak berbuat dosa lagi. Karena itu bersyukurlah sebab mata Tuhan tertuju kepada Anda. Tuhan sungguh amat baik.

Kemuliaan kepada Allah dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

VSH

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20