Kita Dipilih

Renungan Selasa 7 September 2021

Bacaan: Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19.

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: (Lukas 6:13)

Bapak, ibu dan sdr/i yang terkasih di dalam Kristus, coba kita bayangkan apabila suatu saat kita dipilih oleh orang yang terkenal atau yang berpengaruh dan dihormati di sekitar kita untuk kita melakukan sesuatu pekerjaan baginya, kira-kira apa yang kita rasakan? Pastinya ada rasa bangga, rasa tersanjung, dan lain sebagainya.

Dalam bacaan Injil hari ini dikatakan: “Semalam-malaman Yesus berdoa, lalu pada keesokan harinya, Ia memilih dua belas orang, yang disebutnya Rasul.”

Alangkah bahagianya kita, karena merasakan perasaan itu. Kita yang bukan siapa-siapa ternyata dipilih, bukan cuma oleh orang yang terkenal atau orang yang berpengaruh serta orang yang kita hormati, tetapi Allah sendiri memilih kita, untuk menjadi murid-Nya, serta melaksanakan perintah-Nya.

Menjadi pertanyaan bagi kita, maukah kita menerima tawaran dari Allah ini? Itu semua tergantung pada kita, karena kita diberi kebebasan untuk menjawab panggilan Tuhan atau tidak. Tuhan tidak pernah memaksa, DIA hanya memilih dan memanggil. Jawaban ada pada pribadi kita masing-masing.

Menjadi pertanyaan yang patut kita renungkan, jika kita bersedia menjadi murid-Nya, sudahkan kita merenungkan apa yang menjadi motivasi kita mengikuti Yesus? Apakah kita juga seperti murid-murid yang lain atau orang-orang kebanyakan yang mengikut Yesus, karena DIA menyembuhkan, karena DIA banyak membuat Mukjizat? Ataukah karena sesuatu yang lebih, jauh melebihi itu semua yaitu Kasih Allah kepada kita yang menjadi motivasi untuk mengikuti Dia.

Bapak, ibu dan sdr/i yang terkasih di dalam Kristus, hendaknya kita bersyukur jika kita dipilih dan dijadikan murid-Nya. Karena tidak semua orang dipilih dan dipanggil untuk menjadi murid-Nya. Jangan kita sia-siakan kesempatan ini, dan jangan pula kita mengecewakan Yesus seperti yang dilakukan oleh Yudas Iskariot.

Mari kita mau mensyukuri rahmat kasih ini, dengan mau setia mengikut DIA, dan mau melakukan tugas-tugas yang dipercayakan-Nya kepada kita, seperti Yesus yang selalu setia melakukan tugas-tugas dari Bapa-Nya.

Tuhan Yesus terima kasih atas kasih karunia-Mu yang telah memilih aku untuk menjadi murid-Mu, ajar aku melalui kuasa Roh Kudus-Mu, agar aku senantiasa berjalan bersama firman-Mu. HFS

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20