Kasih dan Pengampunan

Renungan Kamis 16 September 2021, Hari Biasa Pekan Biasa XXIV, Peringatan St. Kornelius, Paus, dan Siprianus, Uskup Martir

Bacaan: 1Tim. 4:12-16; Mzm. 111:7-8,9,10; Luk. 7:36-50

Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih. (Lukas 7:47)

Dalam bacaan Injil hari ini, kita diingatkan bahwa kita akan diampuni dosa kita, apabila kita mau berbuat kasih. Seringkali kita orang berdosa ini, tidak merasa berdosa, kita merasa paling tidak berdosa, sehingga kita tidak mau mengasihi sesama, tidak mengasihi Tuhan Yesus, merasa kita yang pantas dikasihi karena kita sudah berbuat baik.

Mari saat ini kita renungkan, apakah kita telah berbuat kasih yang tulus murni kepada Tuhan? Apakah kita benar-benar mengasihi Tuhan Yesus dan menjadikan Tuhan Yesus segalanya bagi kita dan mau mengikuti teladan-Nya? Apakah kita mau mengasihi sesama kita dengan sepenuh hati dan tidak pilih- pilih?

Kita disadarkan dan diingatkan oleh Tuhan, bahwa dosa-dosa kita akan diampuni apabila kita mau mengakukan dosa kita di hapadan-Nya dan benar-benar merendahkan diri, merasa kita orang berdosa yang memerlukan pengampuan dan benar-benar mengasihi Tuhan Yesus dan sesama seperti teladan-Nya.

Dulu sebelum mengenal Yesus dengan lebih dalam dan sebelum hidup baru, saya merasa tidak memiliki dosa. Saya tidak pernah berbohong, saya tidak pernah berkata-kata jahat, saya tidak pernah menyakiti orang lain, dan sebagainya. Saya sudah mengasihi sesama. Saya merasa sudah benar di hadapan Tuhan. Namun pada saat saya mulai mengenal Tuhan Yesus, saya sangat terkejut, karena dosa saya banyak sekali. Saya memang tidak berbohong tetapi saya penuh dengan alasan-alasan pembenaran, saya tidak pernah berkata jahat tetapi dalam hati bila saya sangat tidak suka atau jengkel saya akan menghindar bila bertemu (tidak ada kasih), saya tidak pernah menyakiti orang lain tetapi saya membicarakan di belakangnya (tidak ada kasih). Hal-hal ini bukan ajaran kasih dari-Nya dan ini kesombongan saya dan bukan kerendahan hati, karena saya merasa tidak berdosa.

Marilah kita bersama-sama mohon kepada Tuhan, agar kita memiliki hati seorang hamba yang penuh kasih, memiliki kerendahan, mengasihi tuannya, mau memohon pengampunan dan memiliki iman yang berpusat pada Tuhan Yesus yang sumber kasih.

Doa: Ya Yesus, pimpin kami selalu untuk menyadari kesalahan dan dosa kami, beri kami hati yang selalu mengasihi-Mu dan sesama serta beriman pada-Mu saja. Sebab Engkaulah Juru Selamat kami yang hidup, kini dan sepanjang masa. Amin. (IJW)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20