Berbuat Baik adalah Pilihan

Renungan Senin 6 September 2021

Bacaan: Kol. 1:24-2:3; Mzm. 62:6-7,9; Luk. 6:6-11.

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Lukas 6:9)

Berbuat baik dengan penuh resiko atau mengikuti arus dengan aman? Pertanyaan ini sering kali menghinggapi pikiran kita. Tetapi keputusan tetap ada di tangan kita, apakah kita mengikuti arus dengan resiko kecil atau berani menanggung resiko besar demi kebaikan.

Hari ini Tuhan Yesus memberi teladan bagi kita untuk lebih memilih tetap berbuat baik meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi. Dengan tetap berbuat baik kita sudah membawa hati Yesus dalam kehidupan kita. Awal bulan Juli yang lalu, di tempat kerja yang  baru, saya mendapat kepercayaan dari dua desa menjadi ketua Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD). BKAD ini dibentuk untuk melaksanakan sebuah program kegiatan pembangunan infrastruktur pengembangan ekonomi yang masuk kedua desa ini, dan ini adalah kali pertama saya melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur. Di awal rapat pembentukan BKAD yang sekaligus sebagai pelaksana kegiatan, sudah ditegaskan bahwa program ini adalah swadaya di mana tidak ada anggaran untuk  panitia pelaksananya. Semua anggaran yang turun  harus dapat dipertanggungjawabkan berupa hasil pembangunan fisik.

Tanggal 20 Agustus semua syarat dan tahapan yang harus dilalui selesai dan dana bisa dicairkan 40%. Saya segera mulai melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut. Saya sudah komitmen untuk melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya. Tanggal 23 Agustus kegiatan dimulai, tetapi ada banyak pihak yang mengatasnamakan pengurus partai politik tertentu yang mengklaim bahwa program itu mereka yang membawa masuk ke desa. Mereka meminta bagian 20% dari seluruh anggaran. Saya sempat bimbang antara mengurangi kualitas jembatan agar bisa menyisihkan 20% anggaran untuk mereka atau mempertahankan kualitas jembatan dengan resiko tidak bisa menyisihkan anggaran untuk mereka dan banyak pihak yang akan mengganggu dengan berbagai cara.

Hari ini dengan Teladan Tuhan Yesus yang tetap berbuat baik meskipun banyak yang menentang, saya dikuatkan dengan sabda Tuhan hari ini. Saya akan tetap mempertahankan kualitas jembatan yang saya kerjakan ini dengan resiko banyak pihak yang menghalangi pelaksanaannya. Bagaimanapun juga keselamatan pengguna jembatan ini lebih penting daripada mengikuti arus untuk mencari kenyamanan pribadi. Semoga teladan Tuhan Yesus hari ini dapat kita laksanakan dalam setiap aspek kehidupan kita setiap hari. Tuhan Yesus Memberkati.

Doa

Terima kasih Tuhan atas teladan-Mu hari ini. Utuslah Roh Kudus-Mu menerangi hati kami dengan kebijaksanaan dan berilah kami kekuatan untuk tetap berbuat baik seperti Engkau yang tetap berbuat baik meskipun banyak yang menentang-Mu. Amin (fxg)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20