Percaya

Renungan Senin 2 Agustus 2021

Bacaan: Bil. 11:4b-15 ;Mzm. 81:12-13,14-15,16-17 ;Mat. 14:13-21

Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” (Matius 14:18)

Lima roti dan dua ikan untuk ribuan orang, bagaimana mungkin? Bukankah yang tepat adalah menyuruh mereka pergi saja agar mereka bisa membeli makanan.

Seringkali dalam hidup ini, saya pun melakukan hal yang sama ketika ada orang yang  datang untuk minta tolong atau membutuhkan bantuan di luar kemampuan saya. Yang terpikir adalah bagaimana meminta mereka pergi tanpa sakit hati. Alasan apapun saya perjuangkan agar mereka tetap percaya bahwa memang saya tidak dapat menolong dan membantu mereka. Tetapi saya tidak datang pada Yesus untuk menyatakan semuanya. Cukup dengan logika dan kenyataan yang ada maka perasaan menjadi lega karena tidak harus terbeban atau bertanggung jawab untuk menolong mereka. Namun perkataan Yesus: “Bawalah ke mari kepada-Ku”, seperti halilintar yang menyengat ketenangan saya, sadar penuh bahwa selama ini yang saya lakukan adalah kesombongan pribadi, mengandalkan kemampuan sendiri dengan pemikiran yang sebenarnya terbatas. Saya sungguh malu karena saya yang mengaku percaya pada Yesus, ternyata lebih percaya diri sendiri. Tidak datang pada-Nya dan mempersembahkan kesempatan pada-Nya.

Bukankah Ia sungguh telah mengenyangkan saya dengan berkat-Nya, memelihara saya dengan kasih-Nya, menyelamatkan saya dengan wafat-Nya, dan saya percaya, lalu bagaimana saya membiarkan mereka datang dan pergi begitu saja dengan tangan hampa? Mana janji saya untuk mewartakan kebaikan-Nya agar makin banyak orang percaya? Bila saya yang percaya tidak berbuat apapun agar Yesus bekerja dan berkarya dalam kehidupan saya, bagaimana saya bisa berdampak dan menjadi berkat buat orang lain?

Melalui sabda-Nya ini, mari kita merenungkan, apakah kita percaya dan datang kepada Yesus yang selalu menunggu kita mempersembahkan seluruh kehidupan kita agar disempurnakan sesuai kehendak-Nya? Atau kita masih berhenti dengan percaya diri sendiri?

Yesus yang teramat baik, sungguh kami bersyukur untuk apapun yang telah kami alami. Terlebih sabda-Mu telah menyadarkan kami untuk selalu datang pada-Mu. Ampunilah kesalahan dan dosa kesombongan diri yang merasa sudah memberi dan memutuskan yang terbaik menurut cara kami yang terbatas, kami berhenti pada percaya diri tanpa menjadikan percaya mengubah segalanya. Ajarilah kami rendah hati dan tulus untuk membawa segala yang ada dalam kehidupan ini sebagai persembahan sebab Engkaulah, Yesus, Bapa yang memelihara kami dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Amin. (VDL)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20