Solo Dios Basta 

Renungan Rabu 28 Juli 2021

Bacaan: Kel. 34: 29-35 ;Mzm. 99:5-7,9 ;Mat. 13:44-46

Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. (Matius 13:46)

Hidup bahagia sangat didambakan oleh setiap manusia, bahkan dianggap sebagai tujuan hidup. Berbagai cara diusahakan untuk mencapai kebahagiaan hidup. Seringkali yang lebih dulu terpikirkan adalah pemenuhan kebutuhan jasmani, kalau sudah dicukupi apalagi bisa berkelimpahan pasti sudah bahagia. Nyatanya tidak seperti itu. Manusia sering melupakan bahwa hidup terdiri atas jasmani dan rohani. Jasmani, seiring berlalunya waktu akan semakin menurun dan akhirnya binasa, sedangkan rohani semakin mendekati ajal artinya bersiap memasuki kekekalan.

Penyadaran akan hal ini bagi kebanyakan orang memerlukan proses panjang, melalui jatuh bangun dihantam berbagai masalah, baru membuat manusia menyadari betapa rapuh dirinya dan segala kebendaan yang membuatnya melekat selama ini. Sampai pada fase ini manusia memulai perjalanan rohaninya, mencari sebuah sandaran yang lebih kuat untuk melabuhkan jiwa yang dahaga, lelah dan berbeban berat karena berbagai-bagai tekanan hidup dalam usaha mewujudkan kebahagiaan tadi. Di manakah sauh jiwa dapat ditemukan? Hanya pada Tuhan saja, Solo Dios Basta, Tuhan saja cukuplah.

Doa: Bapa, kami bersyukur boleh menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat hidup kami. Tanpa kehadiran-Nya, kami akan sesat hilang arah tak tahu harus ke mana. Banyak hal fana yang kami kejar ternyata malah menjauhkan kami dari damai sejahtera yang sesungguhnya, yang hanya kami dapatkan di dalam Engkau. Semoga kami tidak terbiaskan lagi oleh godaan dunia ini, sebab Engkaulah mutiara terindah dalam hidup kami yang tak akan pernah kami lepaskan lagi untuk selama-lamanya. Amin. (MVLD)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20