Ketika Aku Tak Dapat Melihat-Mu

Renungan Kamis 22 Juli 2021, Pesta St. Maria Magdalena.

Bacaan: Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1.11-18.

Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” (Yohanes 20:15)

Renungan hari ini bertepatan dengan Pesta Santa Maria Magdalena. Ketika membaca Yohanes 20:15 ini saya merasa iman saya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat semakin dikuatkan. Pada bacaan pertama dikisahkan sang mempelai wanita mencari-cari kekasihnya yang hilang hingga akhirnya bisa bertemu (Kid. 3:2-4a). Kisah ini seolah menggambarkan bagaimana perasaan kehilangan Maria Magdalena yang dideskripsikan dengan utuh dalam Yohanes 20:15.

Maria Magdalena adalah seorang kaya yang berasal dari Magdala, ia menyaksikan peristiwa penyaliban, penguburan, dan kebangkitan Yesus. Seorang yang pernah dirasuki tujuh roh jahat dalam dirinya dan semua roh jahat itu diusir oleh Yesus. Banyak orang keliru mengira bahwa Maria Magdalena adalah pelacur/pezina yang bertobat. Hal ini mungkin disebabkan khotbah Paus Gregorius I (tahun 591) yang menyebutnya sebagai perempuan pendosa (tidak disebutkan apa dosanya). Padahal sebenarnya, menurut Tradisi dan pengajaran Bapa Gereja, Maria Magdalena adalah perempuan yang telah diampuni dan menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus.

Pada masa pandemi Covid ini kita banyak sekali mendengar berita kematian seseorang. Suatu kematian pasti menimbulkan rasa kehilangan bagi orang yang ditinggalkan. Banyak orang ketika ditinggalkan oleh orang yang dicintai, merasa juga ditinggalkan oleh Tuhan, merasa Tuhan membiarkan kematian itu terjadi, Tuhan tidak menyelamatkan. Sehingga mereka merasa kecewa, merasa Tuhan tidak ada, Tuhan tidak hadir pada saat mereka sedang mengalami kehilangan.

Perasaan itu pernah saya alami ketika ayah saya meninggal secara mendadak akibat serangan jantung. Sehari sebelumnya ayah sempat melakukan pemeriksaan ke dokter dan dinyatakan bahwa kondisi jantung membaik. Tetapi Tuhan berkehendak lain, besoknya ayah justru mengalami serangan jantung dan meninggal. Ketika peristiwa itu terjadi saya tidak bisa merasakan kehadiran Tuhan, tidak bisa melihat di mana Tuhan, tidak mengerti bagaimana ayah yang kemarin dinyatakan membaik, tetapi sekarang meninggal.

Padahal sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan saya, tetapi saya yang tidak bisa melihat Tuhan seperti Maria Magdalena, karena mata manusia tidak mampu melihat kemuliaan Tuhan yang ada di depan kita. Setelah beberapa saat saya mulai bisa menerima dan mengerti. Inilah rencana Tuhan yang indah bagi ayah saya. Ayah selalu memberi contoh bagaimana menjadi seorang yang setia kepada Tuhan. Setiap hari ia selalu menghadiri Perjamuan Ekaristi, pergi dengan becak langganannya ke gereja untuk bertemu Tuhan. Saya akhirnya bisa mengerti bahwa Tuhan telah memberikan yang terbaik. Ayah tidak mengalami kesakitan atau penderitaan pada saat kematiannya. Suatu kematian indah yang patut disyukuri, suatu kebahagiaan ketika ayah bisa bertemu Sang Pencipta dalam damai.

Semoga saat kita dalam kesedihan, saat merasa kehilangan seperti Maria Magdalena, kita tetap mampu berpegang bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Namun kita sering tidak bisa melihat rencana Tuhan yang kadang lebih besar dari apa yang mampu dilihat mata manusia.

Doa: Allahku yang kukasihi, hari ini Engkau mengingatkan kami melalui Santa Maria Magdalena, bahwa seringkali kami tidak bisa melihat kemuliaan-Mu ketika kami kehilangan seseorang yang kami kasihi. Pada masa pandemi ini kami mohon kuatkanlah mereka yang kehilangan orang-orang yang dikasihi. Kami juga mengharapkan kerahiman-Mu untuk menerima orang-orang yang telah Kaupanggil agar mereka berbahagia bersama-Mu di surga. Semoga kami mampu mengerti bahwa rencana-Mu selalu indah dalam setiap kehidupan anak-anak-Mu. Kadang karena kehendak bebas kamilah maka kami tidak bisa melihat rencana dan penyertaan-Mu. Ampunilah kekurangan kami dan bimbinglah kami agar setia di jalan-Mu. Ya Tuhan, kami mohon terimalah semua doa dan pengharapan yang kami panjatkan ke hadirat-Mu dengan perantaraan Putra-Mu yang terkasih, Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin

(ALX)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20