Sang Penghibur

Renungan Selasa 11 Mei 2021

Bacaan: Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Yoh. 16:5-11

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yohanes 16:7)

Shalom, Sahabat terkasih di dalam Kristus.

Salam sehat dan sukacita senantiasa.

Dalam suatu pelayanan di luar kota Surabaya, saat itu saya memilih moda transportasi kereta api, karena ekonomis dan bisa beristirahat. Berangkat dari Surabaya pukul sembilan pagi, sampai di kota tersebut pukul 12.30. Beristirahat sebentar, lalu melanjutkan pelayanan sampai pukul 21.00. Jadwal kereta api pulang dari kota tersebut pukul 00.30. Saya diantar oleh rekan pelayanan dan tiba pukul 23.00 di stasiun kereta api. Waktu berangkat masih lama, kira-kira satu jam lagi. Saya pun menjadi orang pertama yang menunggu di stasiun. Sepi dan tidak nyaman. Menunggu selama satu jam terasa seperti seharian. Maka tidak heran kalau ada orang yang berkata pekerjaan paling berat adalah menunggu. Terlebih kalau yang ditunggu adalah sesuatu yang sangat diharapkan.

Sahabat, dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus menjanjikan seseorang kepada para murid (Yohanes 16:7). Tuhan Yesus menjanjikan Sang Penghibur kepada murid-murid-Nya. Tuhan Yesus memberikan julukan Sang Penghibur, karena Tuhan tahu para murid akan mengalami dukacita karena berpisah dengan diri-Nya. Para murid tidak akan bertemu lagi dengan Tuhan Yesus. Sang Penghibur ini tidak lain adalah Allah Roh Kudus sendiri. Dia hadir secara nyata dalam peristiwa Pentakosta. Para murid yang tinggal dalam ketakutan, bersembunyi, tanpa harapan, tiba-tiba menjadi pewarta-pewarta yang luar biasa, tidak lagi bersembunyi dalam ketakutan, bahkan mereka melakukan perkara-perkara yang ajaib. Luar biasa.

Sahabat, hari-hari ini pun kita juga memerlukan Sang Penghibur. Pandemi yang berkepanjangan, serangan virus korona gelombang kedua atau kesekian kalinya yang kita banyak dengar dari media, rekan atau kerabat yang meninggal, perekonomian yang semakin memburuk, sosialisasi yang serba terbatas, ibadah yang tidak lagi leluasa, semuanya ini melelahkan kita. Sahabat, Tuhan Yesus tahu betul hal-hal menakutkan yang akan dialami para murid, maka Tuhan tahu juga ketakutan dan kelemahan kita. Seperti para murid yang dengan setia menantikan Allah Roh Kudus sebagai penghibur bagi mereka, marilah kita juga melakukan hal yang sama, yaitu dengan setia menantikan Sang Penghibur dalam hidup kita. Percayalah, pemulihan akan terjadi, keadaan akan segera membaik atau setidaknya iman kita menjadi lebih tahan uji.

Mari sahabat, bersama-sama menantikan Sang Penghibur hadir dalam hidup kita. Karena Dialah yang akan menginsafkan dunia ini akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8). Tetaplah hidup benar di tengah kesulitan yang kita alami, janganlah berusaha mencari jalan keluar yang instan dan berpaling kepada allah-allah yang lain. Tetaplah bersyukur dalam segala keterbatasan kita, boleh mengeluh, tetapi jangan tinggal dalam kesedihan. Dan tetaplah percaya bahwa Tuhan sangat memperhatikan hidup kita, Dia sanggup melakukan mukjizat seperti yang pernah kita baca atau dengar dalam Injil.

Tetap aman, tetap sehat, tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus. Teruslah berdoa memohon kehadiran Sang Penghibur bagimu. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (JSW)