Mintalah

Renungan Sabtu 15 Mei 2021

Bacaan: Kis. 18:23-28 ;Mzm. 47:2-3,8-9,10 ;Yoh. 16:23b-28

Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacita mu. (Yohanes 16:23-24)

Pada bacaan pertama hari ini menceritakan tentang kisah Apolos yang membuktikan dari kitab suci bahwa Yesus adalah mesias. Apolos adalah seorang Yahudi berasal dari Aleksandria yang datang ke Efesus, Ia merupakan seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal kitab suci dan Ia telah menerima pengajaran itu dalam jalan Tuhan. Ia juga sangat berani dan bersemangat untuk mengajar di rumah ibadat.

Kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah dituntun ke jalan-Nya diingatkan oleh Tuhan lewat bacaan hari ini untuk bisa meniru keberanian dan semangat Apolos dalam mewartakan Yesus sebagai Mesias. Seringkali orang-orang bingung untuk memahami bagaimana cara untuk mewartakaan karya keselamatan Allah, apakah harus membacakan Injil di mana pun kita bertemu orang baru atau menyerukannya di tengah keramaian. Tentu tidak demikian. Hal kecil yang dapat kita lakukan adalah dengan perilaku dan tutur kata yang baik dan menumbuhkan sikap menghargai kehidupan, juga  menciptakan lingkungan yang penuh kasih. Orang-orang di sekitar kita bisa ikut merasakan kasih Allah, dan banyak orang yang mengalami kasih itu akan menyebarkannya. Dengan demikian akan semakin banyak orang merasakan kasih-Nya dan mengenal Yesus sebagai juru selamat dunia.

Kita diundang untuk meminta kuasa kasih itu, yang tidak lain Roh Kudus sendiri. Kuasa kasih itu diberikan kepada orang-orang yang dikasihi dan mengasihi Allah. Kuasa kasih ini tidak bisa dibeli dan ditukar dengan uang atau barang apa pun. Kuasa kasih itu diberikan dengan cuma-cuma. Hanya bisa dimohon dengan rendah hati dan penuh cinta.

Kita juga diingatkan melalui Injil hari ini yaitu tentang kekuatan iman kepercayaan. Kutipan Injil di atas mengatakan bahwa Bapa mengasihi kita dan kita yang telah mengasihi Bapa dan percaya bahwa Yesus datang dari Allah, maka sesungguhnya segala sesuatu yang kita minta kepada Bapa akan diberikan kepada kita dalam nama Yesus.

Pada kutipan di atas kita bisa memahami bahwa Yesus menghendaki kita untuk berdoa dalam nama-Nya, berkomunikasi dengan-Nya. Percayalah bahwa rencana dan kehendak Tuhan yang terbaik untuk umat-Nya, jangan pernah merasa hebat dalam meraih sesuatu. Terus libatkan Allah dalam kehidupan kita supaya Allah yang bekerja dalam hidup kita, dan semua akan terjadi dengan baik sesuai rencana dan kehendak-Nya. Tetaplah rendah hati, penuh kasih dan selalu andalkan Tuhan di setiap usaha dan rencana dalam hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas kasih-Mu, semoga Roh Kudus selalu memampukan kami untuk setia, taat dan mengasihi sesama. Amin. Fxg.