Mengenal Allah Lebih Dalam

Renungan Senin 10 Mei 2021

Bacaan: Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26 – 16:4a.

Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (Yohanes 16:2-3)

Menjadi pelaku firman mengandung risiko ditertawakan, diejek, dipandang bodoh, dikucilkan, dibenci dan bahkan sampai kehilangan nyawa. Tidak dapat disangkal bahwa taat pada Tuhan bukanlah sesuatu yang populer atau menyenangkan. Siapa yang suka berada di dalam keadaan miskin, bila sebenarnya ada kesempatan menggelapkan uang dalam jumlah besar? Atau siapa lebih memilih bertahan dengan pasangan yang menyebalkan, padahal ada orang lain yang tampaknya jauh lebih membuat bahagia?

Namun Yesus telah memperingatkan bahwa kita semua akan ditolak, dikucilkan dan malahan bisa dibunuh, bila kita mengikuti Dia. Ia tahu, sebagai murid-murid-Nya, kita akan mengalami penolakan dunia seperti Ia dahulu ditolak. Mengapa?

Pengikut Kristus ditolak karena banyak orang tidak memahami sungguh sifat Allah yang maha kasih dan maha baik. Tidak banyak orang rela menjadi pihak yang kalah. Teladan Yesus yang rela disalib bagi manusia dianggap suatu kelemahan yang memalukan. Orang kurang memahami bahwa itulah satu-satunya jalan bagi Allah untuk mewujudkan cinta kasih-Nya, yaitu menawarkan keselamatan dengan cuma-cuma dengan mengorbankan Putra-Nya yang tunggal.

Sifat Allah ini mungkin dapat sedikit dipahami dengan melihat bagaimana orang tua sering kali mengorbankan kebutuhan diri sendiri supaya dapat menyediakan hal yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Bapa kita jauh lebih mengasihi kita daripada orang tua mengasihi anaknya. Jadi kenalilah Bapamu seutuhnya, agar perlakuan dunia tidak menghilangkan sukacitamu dan engkau pun tidak akan memperlakukan sesamamu seperti orang yang tak mengenal Tuhan.

Doa: Bapa, biarlah Roh Kudus-Mu membuka pengertianku akan sifat-Mu yang maha baik terhadap ciptaan-Mu. Amin. (HLK)