Damai Sejahtera

Renungan Selasa 4 Mei 2021 Hari Biasa Pekan V Paskah

Bacaan: Kis. 14:19-28; Mzm. 145:10-11,12-13ab,21; Yoh. 14:27-31a.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Damai sejahtera dan sukacita selalu didambakan setiap orang.

Saya boleh mengira bahwa harta melimpah, jabatan, kekuasaan, kesuksesan akan membawa sukacita. Namun pada kenyataannya dengan memperoleh itu semua, maka ada rasa gelisah dan takut yang menghantui bagaimana mempertahankan itu semua. Atau bisa jadi demi mempertahankan itu semua maka saya lebih banyak waktu untuk bekerja dan mengabaikan keluarga dan bisa berakibat salah paham , hubungan dengan Tuhan dan keluarga pun menjauh. Atau ketika saya diperhadapkan dengan masalah, yang seringkali timbul dalam pikiran adalah hal-hal negatif, seperti marah, kecewa, stress, sedih, mengasihani diri sendiri dan sebagainya. Hal tersebut membuat saya merasa lelah dan kehilangan damai sejahtera. Saya merenungkan apa yang terjadi pada diri saya, seandainya saya mendapat suatu masalah besar yang membuat saya putus asa atau merasa tidak ada jalan keluar.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada saya, apa itu damai sejahtera yang berasal dari Tuhan dan bagaimana saya bisa memperoleh damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan. Saya merenungkannya ayat demi ayat dalam bacaan Injil hari ini, dan inilah janji yang Tuhan Yesus berikan pada saya hari ini:

  1. Janji akan damai sejahtera

Yohanes 14:27, Tuhan Yesus mengatakan “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Malam sebelum penderitaan-Nya, Yesus menguatkan murid-murid-Nya: janganlah gelisah dan gentar hatimu.Damai sejahtera yang Yesus berikan adalah seperti demikian. Damai sejahtera yang tidak seperti dunia berikan, damai sejahtera yang ditengah-tengah kesulitan, kegelisahan, dan penderitaan. Karena itu Yesus berkata janganlah gelisah dan gentar hatimu. Berarti ada alasan untuk takut, untuk gentar, tetapi ditengah-tengah segala ketakutan dan kegentaran seperti yang Yesus hadapi sendiri itulah, Yesus akan memberikan damai sejahtera kepadamu.

2.Janji akan sukacita

Yohanes 14:28, Yesus berbicara tentang sukacita “Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” Dalam mengasihi Tuhan Yesus ada sukacita yang luar biasa yang saya dapatkan.

  1. Janji akan iman- Yohanes 14:29

Yesus berbicara tentang iman supaya saya percaya dan dikuatkan, “Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.” Yesus mengajarkan kepada saya untuk beriman dan percaya penuh kepada-Nya, di dalam apapun kesulitan dan pergumulan yang saya hadapi. Yesus mengajarkan kepada saya untuk kembali kepada Firman, perkataan Tuhan yang sudah Tuhan berikan kepada saya melalui Roh Kudus. Dengan saya membaca Firman, merenungkan dan berdoa mohon agar Roh Kudus berbicara kepada hati saya yang paling dalam, menguatkan saya. Damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal memimpin hidup saya, mendorong saya untuk mentaati Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.

Yesus mengajarkan kepada saya untuk memiliki penyerahan diri penuh pada Tuhan. Berserah kepada Tuhan berarti menempatkan kehendak Tuhan sebagai yang terutama, meminta petunjuk Tuhan jalan apa yang harus saya ambil dalam pergumulan saya.

“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. (Mazmur 37:5-6)

Saya percaya dengan janji Tuhan bahwa saya akan mengalami damai sejahtera dan sukacita yang sejati kalau saya selalu mengarahkan pandangan kepada Tuhan dan janji FirmanNya.

Damai sejahtera yang berasal dari Tuhan menjadikan hidup saya lebih indah dan dengan penuh syukur menikmati berkat Tuhan.  Saya akan kehilangan damai sejahtera jika saya fokus kepada hal-hal yang tampak secara kasat mata dan pikiran saya hanya tertuju pada masalah. Celah ini dimanfaatkan oleh si jahat untuk menanamkan benih-benih kekecewaan, ketidakpercayaan, keraguan, kesedihan, keputusasaan dan sebagainya. Si jahat selalu berusaha mengalihkan arah pandang saya supaya pandangan saya tidak fokus ke depan, melainkan menoleh ke belakang dan mengingat-ingat masa lalu.

Refleksi diri saya hari ini :

-Apakah saya sering merasa khawatir ? Apa saja yang sering saya khawatirkan ?

-Mengapa banyak hal membuat saya takut dan khawatir ?

-Dengan cara yang bagaimana saya bisa memperoleh damai sejahtera ?

Doa

Tuhan Yesus , kami bersyukur dan berterima kasih buat FirmanMu hari ini. Curahkanlah Roh KudusMu dalam hati kami, ajari kami untuk selalu berpegang pada FirmanMu. Agar kami dapat secara total menyerahkan segala bentuk kegelisahan dan kekhawatiran hidup kami kepadamu. Dan biarlah kami bisa memperoleh damai sejahtera yang membuat hidup kami jadi lebih indah serta bisa menikmati berkatMu lebih dan lebih lagi. Terima kasih Tuhan. Amin.  Sehat selalu Damai sejahtera dan sukacita Tuhan selalu menyertai kita semua. (RE)