Pintu Pemulihan

Renungan Senin 26 April 2021, hari biasa, pekan IV Paskah

Bacaan: Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:1-10

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. (Yohanes 10:9)

Banyak orang ketika mengalami penderitaan dan tekanan hidup lari mencari pertolongan kepada dunia dan bahkan terlibat dengan kuasa-kuasa gelap. Tetapi bukan pemulihan yang diperoleh, melainkan keadaan mereka malah semakin terpuruk dan hancur.

Sahabat, firman Tuhan selalu memperingatkan kita untuk hidup mengandalkan Tuhan dan berharap kepada-Nya saja. Karena di mana Tuhan hadir di situ pasti terjadi manifestasi kuasa: ada berkat, kesembuhan, pemulihan, perubahan, kelepasan, kemenangan, pertolongan, dan mukjizat.

Injil hari ini merupakan kelanjutan dari kisah kesembuhan orang yang buta sejak lahirnya (Yoh. 9:1-41). Orang yang buta sejak lahir itu mengalami kesembuhan ketika ia bertemu dengan Tuhan Yesus, dan ia mengikuti perkataan-Nya. Banyak orang yang mempertanyakan dan memperdebatkan bagaimana orang yang buta sejak lahir itu bisa mengalami pemulihan atau kesembuhan. Untuk menjawab pertanyaan dan perdebatan ini, Tuhan Yesus menjelaskan dengan perumpamaan tentang gembala dan kandang domba (Yoh. 10:1-5). Dalam perumpamaan tersebut Tuhan Yesus menekankan manfaat dari sebuah pintu: pintu menjadi jalan yang benar bagi gembala untuk masuk mendapatkan domba-dombanya, dan menjadi jalan yang benar bagi domba-domba untuk keluar mendapatkan padang rumput. Demikian pula bagi orang yang buta sejak lahir itu, Tuhan Yesus adalah pintu atau jalan untuk mendapatkan kesembuhan atau pemulihan. Jalan yang ia lalui adalah jalan yang benar, yaitu percaya dan mengikuti perkataan Tuhan Yesus untuk pergi membasuh dirinya di kolam Siloam, sehingga ia menjadi sembuh. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata: Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.“ (Yoh. 10:9). Perkataan ini menunjukkan bahwa Yesus adalah pintu pemulihan bagi setiap orang, seperti yang dialami oleh Kornelius yang juga percaya dan mengikuti perkataan Tuhan sehingga ia dan seluruh isi rumahnya mengalami keselamatan (Kis. 11:14).

Sahabat, pada masa sulit seperti yang kita alami saat ini di mana pandemi Virus Corona semakin meluas, hubungan sosial semakin terbatas, dan perekonomian menurun, tentu kita menginginkan kesembuhan atau pemulihan. Kunci utamanya adalah kepercayaan dan kepatuhan kita kepada-Nya. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, marilah kita tetap percaya dan patuh kepada Tuhan. Mari kita tingkatkan hidup yang selalu ingat berdoa, beribadah, dan tetap belajar dari firman Tuhan (Mzm. 42:2-3; 43:3-4). Mari kita selalu ingat bahwa Tuhan Yesus adalah pintu pemulihan bagi kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. (FHM)