Pengorbanan Salib

Renungan Selasa 13 April 2021, Hari Biasa Pekan II Paskah.

Bacaan: Kis. 4:32-37; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Yoh. 3:7-15.

Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. (Kisah 4:33)

Lewat bacaan-bacaan hari ini, saya merenungkan betapa sebagai orang Katolik, saya hendaknya menghayati ‘salib’ itu bukan sebagai aksesoris belaka, tetapi harus dimaknai dalam kehidupan nyata sehari-hari. Bukankah Yesus pernah mengajarkan kepada kita: Barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya sendiri, memanggul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku?

Saya sangat merasakan kasih Yesus setiap melihat salib Kristus ini. Oleh kasih Yesus inilah saya boleh bersekolah sampai masuk fakultas. Oleh kasih Yesus saya boleh memperoleh pekerjaan, bahkan sampai Tuhan Yesus sendiri memberikan rumah tempat tinggal yang nyaman dan indah bagi saya sekeluarga. Dengan lingkupan kasih KRISTUS inilah, hidup ini saya serahkan sebagai wujud mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama terutama yang sangat membutuhkan.

Wujud mengasihi Tuhan dan sesama, dengan melakukan perubahan pola pikir dan pola hidup menjadi baru seturut ajaran Yesus Sang Firman yang menjadi manusia. Saya mau menjadi manusia baru, mengalami hidup baru, berani berkorban, mau melayani orang lain bukan minta dilayani, belajar rendah hati dan lemah lembut, serta setia dan pengendalian diri akan nafsu kedagingan dan keduniawian. Dengan melihat dan memandang Yesus yang ditinggikan di atas salib, hati saya tergerak untuk berani berkorban bagi sesama, agar sesama saya pun boleh menikmati keselamatan dalam Yesus Kristus.

Saya tidak boleh egois dalam hal keselamatan/kebahagiaan ini, saya harus berbagi dan memberi akan apa yang saya punyai. Ajaran Yesus harus saya wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, karena tanpa itu, keselamatan/ kebahagiaan akan sia-sia.

Segala perbuatan dan pekerjaan yang saya lakukan hendaknya demi kemuliaan Tuhan Yesus. Dengan demikian saya bisa berkata: hidupku ini bukan hidupku lagi, melainkan Kristuslah yang hidup di dalam diriku.

Marilah berdoa, Tuhan Yesus, berikan rahmat-Mu ke dalam diriku, agar kami bisa menghayati salib-Mu dalam memanggul salib kami sendiri sehari-hari, sehingga salib ini sungguh menjadikan keselamatan bagi kami sendiri dan bagi sesama kami.

Terima kasih Tuhan Yesus. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin. (VAPD)