Menjadi Terang Bukan Hakim

Renungan Rabu 28 April 2021, pekan IV Paskah

Bacaan: Kis. 12:24-13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50.

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. (Yohanes 12:46-47)

Sekitar tahun 2009 saya mengerjakan proyek SPBU di ujung timur Indonesia. Singkat cerita karena jauhnya lokasi dan sulitnya pengiriman material ke lokasi proyek, maka hanya bagian-bagian yang khusus yang saya kerjakan, sedangkan pekerjaan prasarana dan penunjang dikerjakan sendiri oleh pemilik. Dengan niat untuk membantu, saya mengirimkan seorang supervisor yang sudah berpengalaman untuk membantu mengarahkan dan mendampingi pengerjaan prasarana tersebut agar hasilnya bisa memenuhi standar Pertamina. Di luar dugaan, baru dua hari supervisor saya sampai, pemilik menelepon saya dan dengan sangat marah dia berkata, “Saya minta supervisor Anda besok pulang, dia di sini hanya menyalahkan semua pekerjaan saya tanpa memberi solusi, kehadirannya bukan membantu tapi merepotkan!”

Sabda Tuhan hari ini menyatakan dengan jelas bahwa Ia datang sebagai terang dan bukan untuk menghakimi, demikian juga saya sebagai murid-Nya dipanggil untuk menjadi terang yang menuntun orang pada kebenaran, bukan menghakimi. Dalam banyak hal, tanpa sadar saya menghakimi bukan dengan menyalahkan orang lain, tapi dengan berprasangka, menilai seseorang dari sikapnya, atau dalam hal rohani merasa paling benar, memandang rendah ajaran-ajaran Gereja non Katolik, dan seterusnya.

Harapan saya agar supervisor yang saya kirim dapat membantu pemilik, ternyata malah mempersulit. Demikian juga kehidupan dan pelayanan saya seharusnya membantu orang agar mengalami kasih Tuhan dan merasa bahwa hidup bersama Tuhan Yesus itu menyenangkan, bahagia, dan sukacita; bukan sebaliknya merasa sulit, berat, dan menderita dengan banyaknya tuntutan-tuntutan yang saya ajarkan dan wartakan.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih hari ini aku kembali diingatkan untuk menjadi terang, bukan menghakimi dan memberikan tuntutan-tuntutan yang berat kepada orang lain. Amin. (FH)