Ketika Tak Mampu Mengenali

Renungan Selasa 6 April 2021, Oktaf Paskah I

Bacaan: Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Yoh. 20:11-18.

Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. (Yoh 20:16)

Sejak masih dalam kandungan, bayi mulai belajar mengenal suara orang tuanya, khususnya ibu. Sehingga saat bayi lahir, bayi sudah mengenal siapa ibunya dari suara yang mereka pelajari sejak dalam kandungan. Bayi juga mempelajari aroma tubuh, bayi mengenal aroma tubuh orang tuanya setelah tiga hari sejak mereka lahir. Pengenalan ini pula yang membuat mengapa bayi bisa mendadak menangis ketika digendong orang yang bukan ibunya.

Saat berada di makam, Maria menangis karena tidak menemukan mayat Yesus. Kesedihan dan kegalauan menyebabkan Maria tak mampu mengenali Tuhan yang sedang berada di dekatnya. Tetapi Yesus yang mati dan telah bangkit tetap mengenali Maria, dan menyapa, “Maria!” Sapaan ini yang menyadarkan Maria akan keberadaan Yesus.

Beberapa tahun yang lalu rumah saya kemasukan pencuri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan terutama bagi anak saya. Muncul pertanyaan, “Kita setiap malam selalu berdoa meminta perlindungan Tuhan, mengapa masih bisa kecurian?” Apalagi ada perkataan orang bahwa jika pemilik rumah tidak terbangun bahkan anjing pun tetap tertidur, biasanya maling tersebut punya ilmu sirep yang membuat seluruh rumah tertidur.

Saya pun menjadi tidak tenang, sampai saat berdoa Tuhan menjawab, “Orang-orang berkata kalian tertidur karena pencuri punya ilmu sirep, tapi Aku berkata kalian tertidur karena perlindungan-Ku.” Saat itu saya langsung melihat perlindungan Tuhan yang begitu luar biasa bagi keluarga saya. Tidak terbayangkan apa yang akan terjadi jika ada yang terbangun pada saat pencuri sedang berada di dalam rumah.

Ada kalanya masalah, pergumulan, ketakutan, kekhawatiran, kesedihan menyebabkan pikiran kita seperti tertutup. Kita hanya bisa meratap, berkeluh kesah dan menangisi diri sendiri sehingga tidak bisa mengenali Tuhan.

Namun apapun keadaan kita, Tuhan selalu mengerti tangisan kita. Dia pasti akan datang untuk menghampiri kita dengan kasih-Nya. Ketika mata kita tidak mampu mengenali Tuhan, percayalah bahwa mata-Nya tak pernah lalai menjaga kita.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk kasih-Mu yang begitu luar biasa. Meskipun kadang kami meragukan penyertaan-Mu, tetapi Engkau tetap setia dan penuh kelemahlembutan untuk menyadarkan kami bahwa penyertaan-Mu sempurna.  Amin. (MEN)