Kawanan Domba Tuhan

Renungan Selasa 27 April 2021, hari biasa, pekan IV Paskah

Bacaan: Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30.

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” (Yohanes 10:27)

Kalau kita berbicara tentang “percaya” maka ada banyak makna dari kata ini. Percaya berarti tidak meragukan lagi, karena percaya kita menjadi taat dan setia. Percaya berarti apa pun yang kita terima dari orang yang kita percayai akan diterima dengan tulus tanpa ada keraguan. Percaya berarti kita ikut melakukan atau menjalankan apa yang kita percayai.

Kita sebagai orang Katolik “percaya” kepada Kristus Tuhan kita. Percaya yang bagaimana? Ketika saya merenungkannya, maka inilah hasil perenungan saya:

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku…” (Yoh. 10:27a). Saya mengetahui banyak firman Tuhan, tetapi ketika dihadapkan pada permasalahan saya masih sering bergumul atau ragu untuk menjalankan sesuai firman Tuhan. Saya masih melakukan banyak perhitungan. Padahal dalam Kitab Suci Tuhan sudah memberikan teladan, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Belum lagi pengalaman-pengalaman iman yang Tuhan berikan dalam hidup saya. Bukankah saya seharusnya dapat melakukan tanpa keraguan? Mengapa saya masih ragu dalam menjalankan firman-Nya?

“…dan Aku mengenal mereka” (Yoh. 10:27b). Saya mempunyai banyak permintaan kepada Tuhan dan banyak yang belum mendapatkan jawaban atau dikabulkan oleh Tuhan. Sering kali saya menjadi tidak sabar dan dalam hati mau mengeluh kepada Tuhan agar segera mengabulkan doa-doa saya. Bukankah kalau Tuhan mengenal saya maka Tuhan tahu apa yang saya butuhkan? Bukankah Tuhan akan memberikan yang terbaik bahkan lebih baik dari yang saya mohonkan? Bukankah waktu-Nya juga selalu tepat dan tidak pernah terlambat? Mengapa saya masih kurang sabar dan kurang bersyukur?

“…dan mereka mengikut Aku,” (Yoh. 10:27c). Benarkah saya sudah mengikuti Tuhan dengan sungguh? Saya masih sering jatuh ke dalam dosa yang sama dan terus terulang. Saya masih sering tidak berfokus kepada Tuhan melainkan hanya kepada diri sendiri. Bukankah untuk mengikuti kita harus berfokus kepada yang kita ikuti?

Begitu banyak kelemahan saya, tapi Tuhan selalu mengingatkan saya untuk bangkit dan kembali berusaha mengikuti Dia. Tuhan selalu mengingatkan saya agar tidak pernah ragu datang kepada kerahiman-Nya apa pun keadaan saya. Dan tugas saya adalah harus terus melangkah, mendengarkan, dan mengikuti Tuhan. Karena saya percaya bahwa saya termasuk dalam kawanan domba-Nya.

Saya bersyukur mempunyai Tuhan yang mahabaik, yang mengasihi saya dalam segala kelemahan saya, dan dalam keadaan apa adanya. Janji-Nya: ”dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yoh. 10:28).

Terima kasih Tuhan karena Engkau selalu menyertai saya domba kepunyaan-Mu.

Pertanyaan refleksi: Apakah saya termasuk dalam kawanan domba Tuhan?

(VSH)