Itu Tuhan

Renungan Jumat 9 April 2021, Oktaf Paskah I

Bacaan: Kis. 4:1-12; Mzm. 118:1-2,4,22-24,25-27a; Yoh. 21:1-14.

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” (Yohanes 21:7)

Dalam masa Paskah saat ini, apakah kita dapat merasakan kebangkitan Yesus yang benar-benar hidup? Pengalaman apa yang membuat kita bisa  merasakan bahwa Tuhan Yesus benar-benar hidup seperti pengalaman yang dirasakan murid-murid Yesus? Seperti yang dialami Petrus dan kawan-kawan di pantai Danau Tiberias ketika Yesus menampakkan diri untuk ketiga kalinya melalui perjumpaan yang spesifik, sehingga salah satu murid Yesus mengetahui bahwa “Itu Tuhan!” (Yoh. 21:7). Kepekaan Roh Kudus yang ada di dalam hati membantu kita untuk memahami hal tersebut. Peran Roh Kudus sangat luar biasa dalam mendampingi perjalanan hidup kita, membantu mengarahkan pikiran dan hati kita agar mengandalkan kuasa Tuhan Yesus semata, serta mengajarkan kita untuk mengenal dan merasakan kehadiran-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” (Yoh. 21:6). Kita semua diutus untuk berani bergerak mengikuti perintah Yesus tanpa ragu-ragu dan tanpa bertanya-tanya lagi, serta mau mewartakan kabar gembira ke mana saja.

Roh Kudus memberi kekuatan kepada saya untuk berani menghadapi kesulitan, ketidakmampuan, dan kekurangan dalam menjalani tugas-tugas melayani umat di gereja sebagai pelayan yang mau memberikan waktu untuk menjadi mentor pranikah, mendampingi kelompok muda antar umat beragama, dan sebagainya. Dengan hanya mengandalkan Tuhan saja semua itu dapat saya lalui dan lakukan. Kadang-kadang fisik merasa lelah tetapi Tuhan memberi semangat untuk tetap maju melangkah melaksanakan tugas tersebut dengan gembira. Tuhan Yesus benar-benar hadir tanpa kita meminta-Nya dan semua menjadi indah pada waktu-Nya.

Tuhan Yesus benar-benar bangkit dan terus hadir dalam mendampingi perjalanan hidup kita semua. Jangan ragu-ragu untuk menebarkan kabar baik bagi sesama yang belum mengenal Yesus maupun yang sudah mengenal-Nya, bahwa itulah Tuhan Yesus yang selalu menawarkan damai sejahtera, dan menuntun kita berani melewati kesulitan hidup dengan gembira. Mari kita semua terus mencari dan memanggil nama-Nya setiap hari karena tanpa Dia kita tidak berarti apa-apa.

Doa: Bapa yang Maha Baik dan Maha Kasih, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam hidup kami hingga saat ini. Engkaulah yang selalu menyalakan api cinta kasih dalam diri kami sehingga kami dapat menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Engkaulah sumber kasih sejati dan tempat kami bergantung karena di luar Engkau kami bukan siapa-siapa. Terima kasih ya Bapa untuk firman yang sangat menguatkan kami. Bimbinglah kami agar tetap setia mengikuti-Mu, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin. (MPS)