Iman

Renungan Minggu 11 April 2021, Minggu Paskah II, Minggu Kerahiman Ilahi

Bacaan: Kis. 4:32-35; Mzm. 118:2-4,16ab-18,22-24; 1Yoh. 5:1-6; Yoh. 20:19-31.

Kata Yesus kepadanya: ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29)

Setelah Yesus wafat, para murid berkumpul bersama dalam ketakutan akan orang Yahudi. Mereka berada dalam keadaan yang tidak menentu dan merasa kebingungan. Namun tiba-tiba Yesus hadir di tengah-tengah mereka dan sambil menunjukkan tangan dan lambung-Nya, Dia berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Seketika itu para murid bersukacita dan mendapatkan kekuatan serta harapan yang baru. Lain halnya dengan Tomas yang saat itu tidak hadir, dia tidak percaya pada cerita mereka. Sampai beberapa hari kemudian Yesus kembali hadir dan menunjukan hal yang sama, barulah Tomas percaya.

Seperti para murid tersebut, mungkin kita juga sedang mengalami hal yang sama dalam kehidupan kita saat ini. Dalam situasi yang juga tidak menentu, apakah kita masih memiliki iman dan percaya bahwa Tuhan akan selalu ada dan menyertai kita? Apakah kita seperti Tomas yang harus melihat dulu baru percaya bahwa Tuhan selalu ada dalam hidup kita? Ketika merenungkan hal ini, saya teringat bahwa ketika berada dalam kondisi tertekan, cemas, banyak masalah dalam pekerjaan, terkadang saya lupa berdoa dan berharap kepada Tuhan. Bukan karena saya tidak percaya, namun karena terlalu fokus hanya kepada masalah saja, sehingga lupa melibatkan Tuhan. Ketika Anda berada dalam keadaan yang sulit, coba renungkan dan ingatlah bahwa dalam kehidupan Anda selama ini pasti ada saat-saat Anda berada dalam keadaan yang tampaknya tanpa jalan keluar, namun akhirnya bisa Anda lewati dan lalui karena pertolongan Tuhan. Dengan cara-Nya, Tuhan pasti akan menolong Anda dan saya walaupun tampaknya belum ada jalan keluar dari permasalahan kita. Dengan percaya dan berserah maka kita akan merasakan damai sejahtera. Oleh karena itu dikatakan berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya.

Saudara-saudara terkasih, marilah kita terus berdoa dan berharap serta percaya kepada Tuhan. Walaupun kita tidak melihat Dia, tetapi kita dapat merasakan kehadiran-Nya dalam perjalanan hidup kita hingga saat ini, juga melalui relasi kita dengan-Nya setiap waktu. Seperti pada bacaan kedua dikatakan “Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1Yoh. 5:4b). Tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Doa: Allah Bapa yang Mahabaik, terima kasih atas firman-Mu hari ini yang telah mengingatkan kami untuk tetap percaya dan berserah hanya kepada-Mu, sesulit apa pun keadaan kami saat ini. Ajarilah kami untuk selalu percaya bahwa Engkau akan memberikan jalan keluar yang terbaik. Terima kasih Tuhan. Amin. (MAR)