Beritakanlah Injil

Renungan Sabtu 10 April 2021, Oktaf Paskah I

Bacaan: Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15)

Hidup bersama dan saling mengenal, bahkan melihat sendiri begitu banyak mukjizat, dan percaya bahwa Dialah Sang Mesias, tidak begitu saja membuat murid-murid Yesus percaya ketika mendengar berita tentang kebangkitan-Nya. Baik saat Ia menampakkan diri kepada Maria Magdalena, maupun kepada dua orang murid-Nya yang sedang dalam perjalanan ke luar kota. Hingga akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas murid-Nya dan Ia berpesan, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada seluruh makhluk.”

Bagaimana dengan kita yang mengaku percaya dan menjadi pengikut Yesus? Sudahkah kita memberitakan Injil kepada siapa pun? Saya selalu termangu dan membisu ketika harus menjawab pertanyaan itu. Mulai dari mana, kepada siapa, dan bagaimana, adalah pertanyaan yang membuat saya menyurutkan niat. Kesadaran bahwa saya tidak hafal Injil adalah alasan terbesar. Jika tidak dilakukan menjadi beban pikiran, kalau dilakukan juga menjadi beban mental. Dasar untuk memberitakan Injil tidak ada, bagaimana mau memberitakan?

Maka mulailah saya belajar tekun membaca Alkitab, serta merenungkan dan merefleksikannya dalam hidup saya selama ini. Tanpa saya sadari kebiasaan membaca Injil membuat ketakutan saya hilang, bukan karena sudah hafal tetapi karena menyadari bahwa benar Tuhan sangat mengasihi saya. Kebenaran itu mengubah cara saya berpikir dan memampukan saya berbagi pengalaman iman kepada anak-anak dan keluarga. Syukur kepada Allah, mereka menanggapi dan mau ikut berbagi pengalaman iman. Bahkan tanpa kami sadari, kebiasaan menceritakan kebaikan Tuhan seakan mengalir begitu saja tanpa pernah direncanakan. Yang sungguh mengejutkan, kami menemukan kebenaran Injil melalui peristiwa sehari-hari. Bahkan sampai membuat kami tersedu-sedu akan kedahsyatan Injil, yang walaupun ditulis pada zaman dahulu namun tetap up to date sampai sekarang, dan tidak terbatas hanya bagi kami saja melainkan juga bagi semua orang yang percaya. Tanpa terasa memberitakan Injil bukan lagi menjadi beban sebagai pengikut Yesus, namun justru merupakan berkat yang memampukan kami makin dekat dan makin mengenal Yesus yang telah menyelamatkan kami. Oleh karena itu kami pun mau membagikan keselamatan bagi siapa pun yang kami jumpai.

Doa: Yesus yang amat baik, sungguh kami bersyukur untuk pengenalan akan Dikau. Kasih-Mu yang nyata dalam hidup kami, terlebih keselamatan yang Engkau berikan melalui wafat dan kebangkitan-Mu dari kematian, merupakan bukti yang tak tergantikan. Ajarilah kami agar berani mengalahkan ketakutan, kelemahan, dan keterbatasan kami. Bimbing kami untuk terus tekun belajar dan taat kepada firman-Mu, sehingga mewartakan Injil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kami sampai selamanya. Sebab Engkaulah Bapa yang kami sembah dan Yesus Tuhan kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala abad. Amin. (VVDL)