Berbagi Peran

Renungan Sabtu 17 April 2021, Hari Biasa Pekan II Paskah.

Bacaan: Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19; Yoh. 6:16-21.

Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman. (Kisah 6:3-4).

Shalom Saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan Yesus.

Bacaan hari ini mengingatkan saya apakah sudah berpartisipasi dalam pembagian peran dengan benar, baik dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, pekerjaan, maupun pelayanan. Saya juga diingatkan mengenai peran setiap orang sebagai seorang Kristiani dan juga menyadari peran Tuhan.

Menyadari dan menghidupi sesuai peran masing-masing sebagai seorang Kristiani dan cara melakukan yang benar sangat penting, agar tidak kelelahan yang luar biasa di satu pihak dan kebosanan di pihak yang lain, serta menimbulkan ketidakpuasan.

PERAN SEBAGAI SEORANG KRISTIANI.

Seorang Katolik, seorang Kristiani, sangat penting untuk memiliki suatu kesadaran, bahwa aku tidak pernah sendirian, di mana pun berada, aku ada bersama dengan Tuhan Yesus, Sang Penguasa langit dan bumi. Aku selalu berharap, bersorak-sorai dalam Tuhan, memuji, bersyukur dan bermazmur bagi-Nya senantiasa, sebab segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan, seperti terungkap di Mazmur 33:1-4.

Bahkan, ketika badai kehidupan yang tanpa diundang sewaktu-waktu menghampiri, memiliki kesadaran ada Tuhan bersamaku memberikan suatu kekuatan untuk tetap hidup baik, penuh hikmat dan bertanggungjawab sebagai anak Allah. Dalam mencapai tujuan, tidak terbawa dan hanyut oleh arus gelora kejahatan kegelapan dunia yang membawa kepada kebinasaan.

PERAN TUHAN.

Peran Tuhan memberikan pertolongan, kekuatan dan mukjizat-Nya, seperti terungkap di Mazmur 33:18-19, “Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.”

Maka kesadaran ini, yang dibangun melalui relasi intim dengan Tuhan dalam doa, firman dan kehidupan sehari-hari, akan memberikan suatu kesadaran baru, bahwa keterbatasan manusiawiku tidak lagi akan menjadi penghalang, karena ketidakterbatasan Tuhan yang akan bekerja.

Dalam bacaan Injil hari ini, para murid yang mendayung perahu dengan bersusah-payah melawan air yang bergelora karena angin kencang, mereka kelelahan di dalam kegelapan malam. Saat Yesus hadir dengan berjalan di atas air dan naik ke perahu, para murid mendapat kekuatan baru, dan mereka tiba di pantai. Hal ini memberikan suatu kesadaran baru, pentingnya kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu juga di dalam pelayanan, pentingnya pembagian peran sesuai dengan panggilan yang Tuhan berikan, akan mengatasi ketidaksempurnaan, seperti yang kita bisa belajar dari Kis 6:1-7.

Dua belas Rasul mengumpulkan para murid dan berkata, “Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” (Kisah 6:3-4).

Ketika pembagian peran dilakukan dalam hikmat dan bimbingan Roh Kudus, hasilnya adalah permasalahan teratasi, juga ‘Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.’ (Kisah 6:7). Puji Tuhan.

Begitu juga dalam seluruh sisi kehidupan kita, termasuk dalam hidup berkeluarga maupun pekerjaan, ketika pembagian peran dan cara mengerjakannya dilakukan dengan benar sesuai kehendak Tuhan, dengan hikmat dan bimbingan Roh Kudus, semua berakhir dengan indah.

Di mana pun berada, kita menjadi terang yang menghadirkan Tuhan Sang Kasih, sehingga segala kegelapan disingkirkan. Kebenaran, keselamatan dan pembebasan dialami dan hanya nama Tuhan yang dipermuliakan. Amin.

Doa

Allah Bapa di surga, mampukan aku untuk berani membuka diri agar kehendak-Mu yang terjadi dalam hidupku, hidup sesuai panggilan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin. (HLTW)