Ukuran Tuhan

Renungan Senin 1 Maret 2021, Hari Biasa Pekan II Prapaskah.

Bacaan: Dan. 9:4b-10; Mzm. 79:8,9,11,13; Luk. 6:36-38

Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (Lukas 6:38b)

Dulu saya sering menilai seseorang dari penampilan luar saja, dengan hanya melihat wajah, gaya jalan, penampilan dan lain sebagainya, saya sudah langsung menyimpulkan orang tersebut bagaimana. Tanpa saya sadari sebenarnya saya sudah menghakimi orang lain meskipun itu hanya dalam pikiran.

Ketika saya mengikuti kursus evangelisasi dan pada saat mengerjakan ‘Lectio Devina’ (LD), saya tersentuh dengan firman ini (Lukas 6:38b). Kenapa begitu? Karena saya adalah orang yang mudah marah dan menghakimi orang lain. Terlebih dalam pekerjaan ketika karyawan saya tidak dapat melakukan apa yang saya minta. Maka kemarahan dulu yang pertama keluar baru kemudian pertanyaan; “Mengapa pekerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan?” Belum lagi pikiran negatif yang cenderung menghakimi dan juga rasa tidak percaya pada orang lain, tidak jarang terucapkan dalam kata-kata yang sering menyakiti hati orang lain tanpa saya sadari.

Melalui firman ini Tuhan ingin saya memahami bahwa yang menjadi ukuran yang Tuhan pakai adalah kasih. Sudah seharusnya ukuran yang saya pakai juga haruslah sama seperti ukuran yang Tuhan telah tentukan. Dikatakan bahwa; “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati…” (1Kor 13:4-8). Saya berusaha untuk memperbaiki diri dalam cara berpikir, berkata-kata dan dalam menyikapi segala sesuatu. Akhirnya saya menyadari bahwa ketika saya mulai menjalankan firman ini dalam kehidupan sehari-hari, Tuhan membentuk saya untuk belajar mempunyai sikap kerendahan hati yang lebih lagi. Suatu proses di mana saya masih terus belajar dan berusaha untuk menjalankannya.

Kerendahan hati membuat kita tidak akan menghakimi atau menilai negatif orang lain.

Doa

Bapa yang maha kasih, curahkanlah Roh-Mu agar kami selalu menjaga sikap dan hati untuk dapat selalu rendah hati sehingga ukuran yang kami pakai terhadap sesama adalah kasih. Terima kasih Bapa. Amin. (VSH)