Takjub

Renungan Jumat 12 Februari 2021

Bacaan: Kej. 3:1-8; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 7:31-37. 

Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah! (Markus 7:34)

Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” (Markus 7:37)

Perasaan takjub muncul ketika kita kagum dan heran akan sesuatu yang terjadi pada orang lain, yang menurut pikiran kita tidak mungkin dan tidak bisa kita lakukan sendiri. Begitu pula mereka yang ketika melihat Yesus membuat orang tuli dapat mendengar dan orang bisu berkata-kata, mereka takjub dan tercengang. Bagaimana dengan kita yang mendengar dan berkata-kata, apakah kita takjub dan tercengang atas hidup kita dan mengakui Ia menjadikan segala-galanya baik?

Beberapa hari yang lalu seorang teman saya bercerita bahwa ia baru saja sembuh dari COVID-19. Sangat menakutkan pertama kali membaca hasil rapid test yang dilanjutkan swab PCR dan puncaknya adalah isolasi di RS. Ketakutan menjadi pemicu depresi yang berakibat fatal, bernafas dengan ventilator tanpa seorang pun di sampingnya adalah kenyataan yang menyadarkan betapa rapuhnya dia. Sampai dia menangis karena merasa ajalnya sudah dekat. Yesus, nama itu yang disebut setiap ia menarik nafas dan berserah dalam keheningan dan kesendiriaannya. Ia sadar bahwa hidupnya selama ini jauh dari Tuhan dan sekarang hanya Tuhan yang menemaninya. Saat itulah ia memohon ampun dan berelasi dalam keterbatasannya sampai dokter melepas ventilatornya karena ia berangsur sembuh dan akhirnya pulang. Sebuah pengalaman yang menakjubkan dan mencengangkan dalam seumur hidupnya, karena ia baru menyadari kebaikan Tuhan justru di saat ia tidak berdaya, padahal setengah abad Tuhan menyertai hidupnya dalam kesehatan.

Mendengar ceritanya, saya disadarkan bahwa seringkali saya takjub dan tercengang dengan apa yang dialami orang lain dan lupa bahwa hidup saya sendiri adalah bukti kebaikan Tuhan. Marilah kita menyadari kebaikan Tuhan dalam hidup kita agar kita selalu takjub dan tercengang dengan selalu memuji dan memuliakan kebaikan-Nya.

Doa

Tuhan, kami mau bersyukur untuk hidup kami yang telah Engkau jadikan serupa dengan-Mu. Mohon ampunilah kami yang lupa dalam menyadari kebaikan-Mu dan sering mengeluh, memohon seolah Engkau tidak tahu apa yang kami butuhkan sementara Engkau menyertai kami sepanjang waktu. Ajari kami Tuhan, berhenti mendengar dan berkata-kata dengan bahasa kami. Ajari kami untuk hening dalam penyerahan kepada-Mu, sampai suara-Mu dan firman-Mu saja yang menjadikan kami takjub dan tercengang. Urapilah kami agar mampu melakukan kehendak-Mu dan menghidupi firman-Mu, sebab Engkaulah satu-satunya Tuhan kami yang hidup sekarang sampai sepanjang segala masa. Amin. (VDL)