Penuh Pengharapan, Iman dan Kasih

Renungan Senin 22 Februari 2021, Pesta Takhta St. Petrus

Bacaan: 1Ptr. 5:1-4; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6 ;Mat. 16:13-19

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15)

Awal saya tahu tentang Tuhan dan mengenal nama Yesus adalah ketika saya yang berusia enam tahun ikut kakak perempuan saya pergi ke gereja. Kemudian saya bersekolah di sekolah Katolik sampai SMA. Saya sering pergi ke gereja dan berdoa di gua Maria.  Kami delapan orang bersaudara diberi kebebasan mau memeluk agama apa. Karena ibu saya anak seorang pendeta di Tiongkok, tentu ibu sering mengajarkan kebenaran hidup dan kisah Yesus. Mungkin bila pada waktu itu saya ditanya: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” saya pun tidak banyak mengerti, dan akan menjawab sesuai apa yang saya lihat dan dengar dari orang-orang.

Pada saat ini saya telah menerima Yesus secara penuh selama tiga puluh tahun lebih. Yesus mengajarku setiap hari melalui firman-Nya, melalui kehidupan, dan Roh Kudus membimbingku melihat kasih Allah Bapa bagi keselamatan semua umatnya, aku dan keluargaku. Saya memang mengalami berbagai masalah, tekanan, kesulitan hidup yang kadang-kadang membuatku kecewa dan putus asa, tetapi lewat teman-teman penatua dan saksi Kristus aku mendapatkan  pengajaran firman-Nya yang hidup. Memenuhiku  dengan pengharapan, iman dan kasih.

Hari ini saya dapat mengucapkan, “Terpujilah Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan saya kembali dengan kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagiku. Yaitu aku, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena iman. Saat ini pada usia lanjutku, sementara aku menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada akhir zaman, aku mau taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya setiap hari, dan berharap kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas diriku. Biarlah sisa hidup ini boleh menjadi saksi  Kristus bagi Kerajaan Allah Bapa. (WYN)