Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang

Renungan Sabtu 13 Februari 2021

Bacaan: Kej. 3:9-24; Mzm. 90:2,3-4,5-6,12-13; Mrk. 8:1-10.

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.” (Markus 8:2)

Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. (Markus 8:6)

Ketika membaca perumpamaan ini kita melihat sosok Yesus yang mengasihi orang-orang yang mengikuti Dia, Yesus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka saat itu yaitu makanan. Kemudian yang dilakukan-Nya adalah bertanya kepada para murid-Nya apa yang mereka punya dan ketika ternyata mereka memiliki tujuh roti, dari sanalah Yesus dapat melakukan mukjizat memecah-mecahkan roti itu dan membagi-bagikannya kepada semua orang yang mengikuti Dia sampai semuanya menjadi kenyang bahkan masih tersisa tujuh bakul.

Dari perumpamaan ini kita bisa merenungkan beberapa hal, yang pertama adalah betapa Tuhan Yesus mengasihi kita para pengikut-Nya, tak pernah sekalipun Dia membiarkan pengikut-Nya kelaparan dan kekurangan. Karena itu saat ini pun kita sebagai pengikut-Nya tidak akan dibiarkan begitu saja, walaupun saat ini mungkin kondisi Anda sedang tidak baik, mungkin banyak masalah yang timbul dalam kehidupan Anda saat ini. Teruslah berdoa, berharap dan percaya kepada-Nya. Kemudian berikutnya kita bisa melihat bagaimana para murid tidak bersikap egois, mereka hanya memiliki tujuh buah roti dan dapat kita bayangkan keadaan mereka saat itu juga sama-sama kelaparan, mungkin saat itu mereka juga takut dan memikirkan jika tujuh roti ini mereka berikan bagaimana dengan keadaan mereka juga apakah besok mereka bisa makan? Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, dengan keadaan saat ini kita melihat banyak orang yang menderita, di tengah pandemi COVID-19 di beberapa daerah terjadi banyak bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan bencana lainnya.

Keadaaan kita sendiri mungkin juga sedang sulit, secara ekonomi sedang mengalami kesulitan, khawatir dan cemas akan masa depan, namun hari ini kita belajar bagaimana seharusnya sikap kita sebagai murid Kristus. Kita harus tetap mempunyai kasih dalam hidup kita, tetap mau berbagi dan memperhatikan sekitar kita. Mungkin tidak harus berbagi secara materi, tetapi bagaimana kita memberi perhatian, melayani dan memberikan waktu dan dukungan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Beberapa waktu yang lalu saya menghubungi teman lama saya, maksudnya ingin menyapa dan berbagi cerita saja mengenai masalah yang saya hadapi, tenyata malah dia yang sedang menghadapi masalah yang lebih besar dan membutuhkan teman untuk berbagi dan mendukung dia dalam doa. Jadi akhirnya saya meluangkan waktu untuk mendengarkan dan memberikan kekuatan. Walaupun apa yang kita berikan sekarang terlihat tidak berarti namun kita percaya bahwa sekecil apapun yang kita berikan, Tuhan mampu untuk melipatgandakannya menjadi berkat buat banyak orang. Seperti tujuh buah roti yang dimiliki oleh para murid akhirnya bisa mencukupkan dan mengenyangkan 4000 orang.

Marilah kita berdoa, ya Tuhan Allah yang maha pengasih, terima kasih atas firman-Mu hari ini yang menyadarkan kami betapa Engkau mengasihi kami para pengikut-Mu dan tak pernah sekalipun Engkau meninggalkan kami. Engkau Bapa yang mengenal kami dan paling mengerti setiap  kebutuhan kami. Terima kasih Engkau ingatkan kami untuk mau memberikan dan membagikan kasih kepada orang-orang di sekitar kami yang membutuhkannya, terutama di saat seperti ini di mana banyak orang sangat membutuhkan uluran tangan kami. Biarkan Engkau sendiri yang mengubah setiap hal kecil yang kami lakukan supaya menjadi berkat bagi orang yang membutuhkannya. Terima kasih Tuhan. Amin. (MAR)