Iman Yang Sederhana

Renungan Senin 8 Februari 2021

Bacaan: Kej. 1:1-19; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,24,35c; Mrk. 6:53-56.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Markus 6:56)

Beberapa tahun yang lalu sempat heboh berita seorang anak kecil yang dipercaya bisa menyembuhkan hanya dengan air yang dicelupkan sebuah batu, sehingga begitu banyak orang berbondong-bondong datang bahkan sampai rela untuk antri berhari-hari. Berbagai macam kalangan, baik orang yang berduit, berpendidikan tinggi, bahkan yang tinggalnya sangat jauh rela untuk datang hanya untuk memperoleh air yang telah dicelupkan batu dari anak kecil ini yang diyakini setelah diminum akan mendatangkan kesembuhan.

Setiap orang sakit tentu ingin sembuh, berbagai macam cara akan diupayakan agar memperoleh kesembuhan, baik itu dengan berobat ke rumah sakit, ke dokter, dengan pengobatan alternatif bahkan tidak jarang ke paranormal atau dukun sekalipun.

Pada bacaan Injil hari ini, kita melihat saat Yesus datang ke Genesaret, rupanya orang-orang di sana telah mendengar tentang Yesus yang banyak menyembuhkan orang sakit sehingga mereka berbondong-bondong datang dengan membawa orang sakit. Mereka percaya hanya dengan menyentuh atau menjamah jumbai-jumbai jubah-Nya saja akan sembuh. Iman dari orang-orang yang ingin mendapatkan kesembuhan sungguh sederhana. Padahal mereka tidak pernah melihat Yesus mengadakan mukjizat atau mengusir setan bahkan tidak mengajarkan Firman di tempat ini.

Saya pernah mengalami sakit pendarahan yang menyebabkan berat badan turun 25kg hanya dalam waktu satu minggu dan harus transfusi darah sebanyak 12 kantong, berbagai cara dilakukan agar bisa sembuh, mulai dari dokter, cara alternatif bahkan meminta bantuan ‘orang pintar’.  Saya tidak memiliki iman yang sederhana, iman saya penuh dengan perhitungan dan logika, bahkan berpikir apakah Yesus mau menyembuhkan saya yang saat itu hidupnya sangat jauh dari pada-Nya? Ternyata hal ini yang menghambat saya untuk datang ‘menjamah’ jumbai jubah-Nya.

Yesus menyembuhkan saya juga anda sekalian dengan penuh kasih, syaratnya sederhana hanya percaya dan mau datang kepada-Nya. Semua orang yang mau datang dan menjamah-Nya disembuhkan baik secara jasmani dan rohani. Penyembuhan adalah hasil kepercayaan akan Tuhan yang mempunyai kuasa. Tuhan tentu tidak ingin hanya menjadi pembuat mukjizat, namun ingin membawa kita sampai pada keselamatan dan kebahagiaan abadi.

Doa

Tuhan Yesus terima kasih untuk bisa mengenal bahkan menerima Engkau sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidupku, ini adalah sebuah mukjizat terbesar dalam hidupku. Mampukan saya mempunyai iman yang sederhana, iman seperti anak yang datang kepada-Mu karena kasih, bukan dengan perhitungan dan logika. Mampukan saya untuk senantiasa memberikan waktu khusus untuk bisa berelasi dengan Engkau agar bisa mengerti apa yang menjadi kehendak-Mu dalam hidupku. Amin (MEN)