Cuci Gudang

Renungan Sabtu 27 Februari 2021, hari biasa, Pekan I Prapaskah

Bacaan: Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8 ;Mat. 5:43-48.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)

Di mata dunia, ajaran tentang kasih terhadap musuh adalah hal yang paling konyol dan bodoh sehingga sering dijadikan bahan ejekan. Di sisi lain justru menjadi “trademark“ orang kristiani, sehingga jika ada yang berhasil mengampuni dan mengasihi musuh maka dunia sepakat bahwa itu pasti orang Kristen.

Beberapa tahun yang lalu, seorang mahasiswi di sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta ditemukan tewas terbunuh di toilet kampusnya setelah menolak cinta seorang pemuda. Yang menghebohkan adalah kedua orang tua korban hadir dalam persidangan dan menyatakan bahwa mereka sudah mengampuni si pembunuh dan mengangkatnya sebagai putera yang menggantikan almarhum puteri mereka. Masyarakat dan media massa gempar dengan segala macam perang opini tapi dalam satu hal mereka sepakat bahwa kedua orang tua itu pastilah orang Kristen.

Dalam masa rekoleksi agung ini kita diajak membuang semua koleksi negatif/buruk. Mungkin tidak seperti kasus ekstrim di atas. Tapi bila diperiksa, masih adakah kekecewaan, sakit hati, kebencian, amarah, iri, dengki, dan sejenisnya, di “gudang” hati kita? Mungkin kadarnya sangat kecil, tetapi apabila tetap dikoleksi, maka semakin lama bisa menggerogoti lalu membunuh batin bahkan tubuh kita melalui penyakit fatal.

Melalui pertolongan Roh Kudus, mari kita “cuci gudang“ hati dengan pengampunan dan doa yang baik untuk “musuh-musuh“ kita. Rahmat Bapa tidak pernah berkurang hanya karena sudah mengalir kepada musuh-musuh kita, tapi sebaliknya akan semakin berlimpah seturut kehendak-Nya bagi kita. (LO)